Deontay Wilder Gagalkan Megaduel Rp2 Triliun Gara-gara Psikedelik
Rabu, 03 April 2024 - 09:29 WIB
Dan pelatih kepala Malik Scott mengatakan bahwa ia telah memberikan penampilan yang buruk, karena beberapa dosis Ayahuasca dalam beberapa tahun terakhir telah mengurangi hasratnya untuk menghancurkan. Pelatih asal Amerika Serikat ini mengatakan kepada Instant Casino: "Saya rasa Deontay memiliki naluri pembunuh dalam dirinya yang tidak dapat Anda tekan, namun saya rasa ia menikmati Ayahuasca. Saya kira itu mungkin tidak sesuai dengan sikap yang dibutuhkan di dalam ring.''
"Karena seperti yang ia katakan, itu membuatnya sedikit puas dan membuatnya memiliki pemahaman akan hal-hal yang lebih kecil dan lembut dalam hidup. Dan jika Anda berada di ruang seperti itu, maka kekerasan bukanlah prioritas utama. Namun ketika Anda berada di ring tinju, kekerasan harus menjadi prioritas utama. Kekerasan bukanlah prioritas utama malam itu dan saya pikir itulah mengapa kami gagal.''
"Deontay adalah seorang pembunuh, dia kejam, dia ingin melubangi tubuhmu saat dia meninjumu, bahwa Deontay tidak muncul malam itu, dia tidak bisa menarik pelatuknya."
Wilder secara terbuka berbicara tentang penggunaan Ayahuasca, obat psikoaktif yang populer di Amerika Selatan.
Menjelang pertarungannya di Saudi melawan Parker, petinju berusia 38 tahun ini mengaku bahwa ia merasa "terlahir kembali" setelah mengonsumsi zat tersebut.
Baca Juga: Tyson Fury Bisa Didiskualifikasi saat Melawan Oleksandr Usyk
"Karena seperti yang ia katakan, itu membuatnya sedikit puas dan membuatnya memiliki pemahaman akan hal-hal yang lebih kecil dan lembut dalam hidup. Dan jika Anda berada di ruang seperti itu, maka kekerasan bukanlah prioritas utama. Namun ketika Anda berada di ring tinju, kekerasan harus menjadi prioritas utama. Kekerasan bukanlah prioritas utama malam itu dan saya pikir itulah mengapa kami gagal.''
"Deontay adalah seorang pembunuh, dia kejam, dia ingin melubangi tubuhmu saat dia meninjumu, bahwa Deontay tidak muncul malam itu, dia tidak bisa menarik pelatuknya."
Wilder secara terbuka berbicara tentang penggunaan Ayahuasca, obat psikoaktif yang populer di Amerika Selatan.
Menjelang pertarungannya di Saudi melawan Parker, petinju berusia 38 tahun ini mengaku bahwa ia merasa "terlahir kembali" setelah mengonsumsi zat tersebut.
Baca Juga: Tyson Fury Bisa Didiskualifikasi saat Melawan Oleksandr Usyk
Lihat Juga :