Buntut Serang Palestina, FIFA Putuskan Masa Depan Sepak Bola Israel Akhir Juli

Sabtu, 18 Mei 2024 - 07:39 WIB
Infantino menuturkan ketika konflik berkecamuk di seluruh dunia, ia menyerukan agar sepak bola menjadi kekuatan persatuan. Itu disampaikannya saat membuka kongres di Bangkok, Jumat (17/5/2024).

Baca Juga: Timnas Indonesia Uji Coba Lawan Tanzania, Tak Pengaruh ke Ranking FIFA

"Kami mengatakan sepak bola menyatukan dunia. Tapi kita semua juga tahu bahwa saat ini kita hidup di dunia yang sangat agresif, di dunia yang sangat terpecah. Jadi menyatukan dunia ini adalah tanggung jawab kita. Itu adalah jawaban kita terhadap agresi tersebut. Jawaban kita untuk kebencian. Jawaban kami terhadap perang," ujar Infantino dikutip dari Africa News.

Hal ini terjadi ketika FIFA mencari nasihat hukum mengenai proposal Palestina untuk menangguhkan Israel dari sepak bola internasional. "Saya berdoa untuk anak-anak yang kehilangan orang tuanya. Saya berdoa untuk semua orang yang menderita hal yang tak terbayangkan. Saya berdoa untuk mereka semua. Dan, seperti Anda semua, saya ingin satu hal, hanya satu hal: perdamaian .Damai," katanya.

"Tapi, apa yang bisa kita lakukan? Apa yang bisa kita lakukan? Kami adalah organisasi sepak bola dan sepak bola hadir untuk menyatukan, bukan untuk memecah belah. Kadang-kadang, lebih mudah untuk memecah belah, seperti yang saya katakan sebelumnya, namun, kita di sini untuk bersatu dan saya tidak ingin memecah belah. Saya tidak ingin memecah belah Kongres ini. Saya tidak ingin memecah belah FIFA. Saya tidak ingin memecah belah 211 negara anggota kami."
(yov)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!