10 Skandal Doping Terbesar dalam Sejarah Tinju, Ryan Garcia Pilih Pensiun Dini

Sabtu, 22 Juni 2024 - 11:35 WIB


7. Muhammad Ali (vs Larry Holmes)

Ini adalah situasi yang jarang terjadi, di mana seorang petinju gagal dalam tes narkoba dan hal itu tidak berdampak buruk pada dirinya. Pada Oktober 1980, Muhammad Ali keluar dari masa pensiunnya untuk menghadapi Larry Holmes yang dominan.

Bisa ditebak, petinju muda itu menang dengan penghentian pada ronde kesepuluh, dalam pertarungan yang seharusnya tidak terjadi.

Pasca pertarungan, terungkap bahwa Ali gagal dalam tes narkoba untuk opiat dan obat fenotiazin. Namun, diketahui bahwa Ali menggunakan obat-obatan tersebut untuk mencoba dan berlatih bertarung, sekaligus mengalami efek awal dari Parkinson. Para pendamping Ali memberinya banyak zat untuk mencoba dan bersaing, dan dia seharusnya tidak melakukannya.



6. James Toney (vs John Ruiz)

Pada 2005, James Toney membuat sejarah sebagai salah satu dari hanya 24 orang sepanjang sejarah tinju yang menjadi juara empat divisi. 'Lights Out' mengalahkan John Ruiz dengan suara bulat pada bulan Desember, mengukuhkan perpindahannya ke kelas berat sebagai sebuah kesuksesan.

Namun, Toney tidak akan mempertahankan perbedaan itu lama-lama. Pasca pertarungan, sang legenda gagal dalam tes narkoba untuk steroid Nandrolone, akibatnya ia diskors dan kehilangan gelar kelas berat. Toney yang menua tidak pernah memegang emas lagi.



5. Conor Benn (vs Chris Eubank Jr.)

Untuk lebih jelasnya, skandal narkoba ini masih berlangsung hingga 2024. Conor Benn saat ini didapuk menjadi bintang terobosan Inggris dan dijadwalkan menghadapi rivalnya Chris Eubank Jr pada akhir 2022. Namun, pertarungan tersebut tidak pernah terjadi.

Benn gagal dalam dua tes narkoba sebelum pertarungan dan akibatnya pertarungan tersebut dibatalkan. Namun, petinju kelas welter itu berusaha keras menghindari skorsing dan bertarung di luar Inggris. Akibatnya, BBBofC menolak memberikan lisensi kepada Benn dan dia kini terpaksa bertarung di Amerika.



4. Evander Holyfield Steroid

Pada awal 2007, Evander Holyfield terikat dengan sebuah apotek di Alabama, yang terkenal memperdagangkan steroid untuk para atlet.

Evander Holyfield tidak pernah gagal dalam tes narkoba. Meski demikian, 'The Real Deal' tidak dikaitkan dengan satu, tapi dua cincin steroid yang berbeda. Pada awal 2007, sebuah apotek di Alabama diselidiki karena memasok steroid dan HGH kepada atlet.

Nama Holyfield tidak ada dalam dokumen pasien, tapi 'Evan Fields' ada. Anehnya, pria itu mencantumkan nomor telepon dan alamat rumah kelas berat itu sebagai miliknya. Belakangan, tahun itu, Holyfield terikat dengan apotek lain yang sedang diselidiki, kali ini di Orlando.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!