Kisah Inspiratif Febriana Dwipuji Kusuma, Juara Australia Open 2024 yang Jadi Volunteer Anak
Kamis, 11 Juli 2024 - 19:01 WIB
"Saya itu senang kalau enggak ada pertandingan, suka cari-cari tentang volunteer gitu," ucap Ana dijumpai awak media di Jakarta, belum lama ini.
"Jadi kalau hari Minggu kosong atau pas ada waktu kosong enggak ada pertandingan, ya pergi ke sana. Jadi itu nge-war setiap Jumat. Kalau kehabisan nanti cari lagi. Soalnya kadang waktunya juga enggak pas," tutur pemain 23 tahun itu.
Ana mengaku selalu mendapat pengalaman baru ketika terjun menjadi seorang volunteer. Apalagi, saat ini dia sudah tercatat menjalani dua kali sebagai volunteer dan selalu berfokus kepada anak-anak.
"Pastinya (dengan menjadi volunteer) dapat pengalaman baru dan kita bisa belajar dari dunia luar. Jadi enggak hanya bulu tangkis. Kita bisa belajar dengan orang baru dan berkenalan," ucap Ana.
"Jadi harus bisa komunikasi dengan orang baru. Lalu sama anak-anak memang harus momong kan, namanya anak kecil, harus sabar, dan main bareng," kata pemain kelahiran Jember, Jawa Timur itu.
"Yang membuat saya surprise itu paling karena bermain mainan zaman dulu. Aku seperti mengingat masa dulu. 'Oh, aku pernah main ini juga', tapi sekarang kan sudah jarang dan di sini diadakan lagi. Permainan-permainan tradisional gitu jadi merasa senang saat di sananya," ujar Febriana Dwipuji Kusuma.
"Jadi kalau hari Minggu kosong atau pas ada waktu kosong enggak ada pertandingan, ya pergi ke sana. Jadi itu nge-war setiap Jumat. Kalau kehabisan nanti cari lagi. Soalnya kadang waktunya juga enggak pas," tutur pemain 23 tahun itu.
Ana mengaku selalu mendapat pengalaman baru ketika terjun menjadi seorang volunteer. Apalagi, saat ini dia sudah tercatat menjalani dua kali sebagai volunteer dan selalu berfokus kepada anak-anak.
"Pastinya (dengan menjadi volunteer) dapat pengalaman baru dan kita bisa belajar dari dunia luar. Jadi enggak hanya bulu tangkis. Kita bisa belajar dengan orang baru dan berkenalan," ucap Ana.
"Jadi harus bisa komunikasi dengan orang baru. Lalu sama anak-anak memang harus momong kan, namanya anak kecil, harus sabar, dan main bareng," kata pemain kelahiran Jember, Jawa Timur itu.
"Yang membuat saya surprise itu paling karena bermain mainan zaman dulu. Aku seperti mengingat masa dulu. 'Oh, aku pernah main ini juga', tapi sekarang kan sudah jarang dan di sini diadakan lagi. Permainan-permainan tradisional gitu jadi merasa senang saat di sananya," ujar Febriana Dwipuji Kusuma.
Lihat Juga :