Potensi KTM untuk Tebar Ancaman di MotoGP
Selasa, 25 Agustus 2020 - 15:35 WIB
Catatan ini membuktikan jika KTM sudah menjelma menjadi ancaman besar di musim ini. Padahal, mereka baru memasuki kelas MotoGP pada musim 2017. “Ini benar-benar luar biasa. Saya bisa mengatakan bahwa ini adalah akhir pekan yang sangat menguras emosi. Kami sempat tak percaya akan ada pembalap kami yang memenangkan balapan ini,” ucap Beirer.
Kesuksesan KTM tak lepas dari peran mantan rider Repsol Honda, Dani Pedrosa yang menjadi pembalap tes bagi timnya dalam dua tahun terakhir. Pengembangannya bersama para kru tim KTM, akhirnya membuahkan hasil positif setelah tiga musim terakhir tak mampu menembus podium. Namun, Oliveira berharap timnya memberikan motor untuk bisa mempertahankan konsistensi di atas lintasan.
Di sisi lain, Miguel Oliviera sebenarnya tidak difavoritkan merebut kemenangan. Apalagi, semua orang tertuju kepada dua rider yang sedang bersaing sengit untuk merebut podium pertama GP Styria antara pembalap tim pabrikan KTM, Pol Espargaro dan pembalap Pramac Ducati Jack Miller. (Baca juga: Konflik Belarusia Bisa Memicu Perang Eropa)
Namun, saat memasuki tikungan terakhir, kedua rider tersebut saling memaksakan diri hingga keduanya melebar. Oliveira yang membuntuti di posisi ketiga memanfaatkan kesalahan keduanya dan dengan mudah mengambilalih pimpinan balapan dan finis di urutan pertama. Capaian itu sekaligus membuatnya mencatatkan rekor sebagai rider Portugal pertama yang memenangkan balapan MotoGP .
Usai balapan, Oliveira menyebut jika kemenangan itu dipermudah oleh insiden yang dialami oleh Maverick Vinales. Pada awal-awal balapan, dia sempat kesulitan menemukan sentuhan terbaiknya. Akan tetapi, red flag kembali dikibarkan karena kecelakaan tragis yang menimpa Vinales. Ketika balapan diulang, Oliveira bisa mengganti ban motornya sehingga tampil lebih kencang.
Kesuksesan KTM tak lepas dari peran mantan rider Repsol Honda, Dani Pedrosa yang menjadi pembalap tes bagi timnya dalam dua tahun terakhir. Pengembangannya bersama para kru tim KTM, akhirnya membuahkan hasil positif setelah tiga musim terakhir tak mampu menembus podium. Namun, Oliveira berharap timnya memberikan motor untuk bisa mempertahankan konsistensi di atas lintasan.
Di sisi lain, Miguel Oliviera sebenarnya tidak difavoritkan merebut kemenangan. Apalagi, semua orang tertuju kepada dua rider yang sedang bersaing sengit untuk merebut podium pertama GP Styria antara pembalap tim pabrikan KTM, Pol Espargaro dan pembalap Pramac Ducati Jack Miller. (Baca juga: Konflik Belarusia Bisa Memicu Perang Eropa)
Namun, saat memasuki tikungan terakhir, kedua rider tersebut saling memaksakan diri hingga keduanya melebar. Oliveira yang membuntuti di posisi ketiga memanfaatkan kesalahan keduanya dan dengan mudah mengambilalih pimpinan balapan dan finis di urutan pertama. Capaian itu sekaligus membuatnya mencatatkan rekor sebagai rider Portugal pertama yang memenangkan balapan MotoGP .
Usai balapan, Oliveira menyebut jika kemenangan itu dipermudah oleh insiden yang dialami oleh Maverick Vinales. Pada awal-awal balapan, dia sempat kesulitan menemukan sentuhan terbaiknya. Akan tetapi, red flag kembali dikibarkan karena kecelakaan tragis yang menimpa Vinales. Ketika balapan diulang, Oliveira bisa mengganti ban motornya sehingga tampil lebih kencang.
Lihat Juga :