Misi Menyiapkan Regenerasi, 17 Pemain U-15 Siap Berlatih ke Portugal
Rabu, 18 September 2024 - 13:36 WIB
Rencananya seleksi Korea-Korea Selecao akan digelar di beberapa tempat di Jawa Tengah mulai dari Pekalongan, Banyumas, Kedu, Pati, Semarang, sampai Surakarta.Nantinya dari proses seleksi diharapkan terbentuk 17 pesepak bola dari Jawa Tengah yang akan berlatih di Portugal. Beberapa tempat yang akan digunakan untuk berlatih yakni kompleks Stadion Jose Alvalade yang merupakan markas Sporting Lisbon.
Portugal sejatinya merupakan negara tersohor di dunia Si Kulit Bundar sejak dahulu mulai dari era Eusebio, Luis Figo, Deco, Rui Costa, Hugo Almeida, sampai Cristiano Ronaldo.Bahkan saat ini Portugal tetap menjadi pemasok pesepak bola hebat ke beberapa tim di Benua Biru mulai dari Bernardo Silva (Manchester City), Bruno Fernandes (Manchester United), Renato Sanches (AS Roma), hingga Rafael Leao (AC Milan), dan Diogo Jota (Liverpool).
Sementara itu, coach Justin atau yang akrab disapa Koci ini sering muncul di media sosial lewat konten-konten saat dia membahas tentang sepak bola Indonesia maupun luar negeri. Awalnya, Koci mendirikan Adjie Massaid Futsal Clinic (AMFC), sekolah futsal pertama di Indonesia. Di sana, Koci menjadi pelatih sekaligus sebagai pendidik bagi anak-anak. Koci juga sempat mengikuti kursus kepelatihan dan mendapatkan lisensi dari KNVB, asosiasi sepak bola Belanda.
Kehadirannya untuk menyeleksi pemain bertalenta dan siap menjadi pemain profesional. Nantinya seleksi final ini akan mencari 17 pemain yang pada 20-30 November 2024 bakal mendapat pelatihan di Lisbon Portugal. "Saya akan prioritaskan pemain dengan teknis dasar seperti passing dan dribbling yang baik. Bukan pemain yang bisa gocek dan cetak gol," ucap Koci.
Coach Justin juga menekankan dirinya selama ini selalu mencari pemain dari keluarga miskin. "Mereka punya daya juang yang lebih besar. Mereka mau keluar dari lingkaran kemiskinan untuk membantu keluarganya. Program ini luar biasa, bisa mewujudkan hal tersebut," lanjut Koci.
Dalam kesempatan tersebut, Coach Abel Xavier yang merupakan mantan pemain yang berpengalaman. Dirinya pernah berkarier di Liga Portugal (Benfica, CF Estrela), Italia (Bari dan AS Roma), Spanyol (Real Oviedo), Belanda (PSV Eindhoven), Inggris (Middlesbrough, Everton, Liverpool), Turki (Galatasaray), Jerman (Hannover 96), sampai Amerika Serikat (LA Galaxy) menjelaskan teknis dari apa yang akan disampaikan kepada talenta muda pesepakbola tanah air.
"Dalam 10 hari, fokus kami akan menggali talenta yang terpilih nanti dengan memberikan pandangan yang baru dan pengalaman berbeda di dunia sepak bola yang belum mereka alami selama ini. Selain program latihan, mereka akan diajak menonton pertandingan di Portugal," ungkap Abel.
Portugal sejatinya merupakan negara tersohor di dunia Si Kulit Bundar sejak dahulu mulai dari era Eusebio, Luis Figo, Deco, Rui Costa, Hugo Almeida, sampai Cristiano Ronaldo.Bahkan saat ini Portugal tetap menjadi pemasok pesepak bola hebat ke beberapa tim di Benua Biru mulai dari Bernardo Silva (Manchester City), Bruno Fernandes (Manchester United), Renato Sanches (AS Roma), hingga Rafael Leao (AC Milan), dan Diogo Jota (Liverpool).
Sementara itu, coach Justin atau yang akrab disapa Koci ini sering muncul di media sosial lewat konten-konten saat dia membahas tentang sepak bola Indonesia maupun luar negeri. Awalnya, Koci mendirikan Adjie Massaid Futsal Clinic (AMFC), sekolah futsal pertama di Indonesia. Di sana, Koci menjadi pelatih sekaligus sebagai pendidik bagi anak-anak. Koci juga sempat mengikuti kursus kepelatihan dan mendapatkan lisensi dari KNVB, asosiasi sepak bola Belanda.
Kehadirannya untuk menyeleksi pemain bertalenta dan siap menjadi pemain profesional. Nantinya seleksi final ini akan mencari 17 pemain yang pada 20-30 November 2024 bakal mendapat pelatihan di Lisbon Portugal. "Saya akan prioritaskan pemain dengan teknis dasar seperti passing dan dribbling yang baik. Bukan pemain yang bisa gocek dan cetak gol," ucap Koci.
Coach Justin juga menekankan dirinya selama ini selalu mencari pemain dari keluarga miskin. "Mereka punya daya juang yang lebih besar. Mereka mau keluar dari lingkaran kemiskinan untuk membantu keluarganya. Program ini luar biasa, bisa mewujudkan hal tersebut," lanjut Koci.
Dalam kesempatan tersebut, Coach Abel Xavier yang merupakan mantan pemain yang berpengalaman. Dirinya pernah berkarier di Liga Portugal (Benfica, CF Estrela), Italia (Bari dan AS Roma), Spanyol (Real Oviedo), Belanda (PSV Eindhoven), Inggris (Middlesbrough, Everton, Liverpool), Turki (Galatasaray), Jerman (Hannover 96), sampai Amerika Serikat (LA Galaxy) menjelaskan teknis dari apa yang akan disampaikan kepada talenta muda pesepakbola tanah air.
"Dalam 10 hari, fokus kami akan menggali talenta yang terpilih nanti dengan memberikan pandangan yang baru dan pengalaman berbeda di dunia sepak bola yang belum mereka alami selama ini. Selain program latihan, mereka akan diajak menonton pertandingan di Portugal," ungkap Abel.
Lihat Juga :