3 Kehebatan George Foreman hingga Menjelma Juara Kelas Berat Tertua

Jum'at, 29 November 2024 - 13:05 WIB
Foreman adalah simbol dari semangat pantang menyerah. Sebelumnya, ia pernah mengalami kekalahan legendaris dari Muhammad Ali dalam pertarungan The Rumble in the Jungle pada 1974. Kekalahan tersebut sempat membuatnya pensiun pada 1977. Namun, pada 1987, Foreman kembali ke ring dengan tekad untuk menorehkan sejarah baru. Meski sempat diragukan karena usianya, Foreman membuktikan bahwa pengalaman, strategi, dan mental juara dapat mengalahkan keraguan banyak pihak.

3. Karier yang Panjang dan Konsisten



Foreman pertama kali menjadi juara dunia pada 1973 dengan mengalahkan Joe Frazier. Setelah pensiun dan kembali ke ring, ia tidak hanya berhasil merebut kembali gelar juara dunia tetapi juga memperpanjang rekornya sebagai juara dunia kelas berat tertua hingga usia 46 tahun dan 169 hari. Bahkan setelah itu, Foreman masih bertanding tiga kali sebelum pensiun untuk kedua kalinya pada 1997 dengan rekor fantastis, 76 kemenangan (68 KO) dan hanya lima kekalahan.

Prestasi Foreman tak hanya tercatat dalam sejarah tinju, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi petinju berikutnya. Dengan semangat juang, ketangguhan fisik, dan mental baja, Foreman membuktikan bahwa usia bukanlah batasan untuk meraih impian. Hingga hari ini, rekornya sebagai juara kelas berat tertua masih belum terpecahkan. Big George adalah bukti nyata bahwa legenda sejati tak pernah lekang oleh waktu.
(sto)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!