Sunny Edwards: Bam Hancurkan Wajahku, Membuatku Setengah Buta
Sabtu, 30 November 2024 - 21:23 WIB
"[Namun] bohong jika saya mengatakan tidak ada pertanyaan yang harus saya tanyakan dan jawab sendiri [setelahnya]."
Namun, pertanyaan-pertanyaan itu muncul di saat-saat yang tenang dalam kehidupan Sunny, bukan setelahnya. Hal itu cukup kacau, namun dalam waktu enam bulan, Edwards telah kembali ke sasana, menjalani pemusatan latihan dan kembali dengan kemenangan atas Adrian Curiel.
"Saya kalah dari Bam, wajah saya rusak karena pukulannya dan saya berada di Arab Saudi setelah terbang dari Amerika beberapa hari kemudian. Saya berhenti di Inggris dan berada di Saudi pada hari Rabu, di sana untuk mendukung Lyndon [Arthur] saat ia berlaga melawan [Dmitry] Bivol. Saya merasa setengah bertanggung jawab, karena saya terlibat dalam perbincangan saat ia bertanding, maka saya berpikir, 'Saya tidak bisa tidak pergi ke sana. Maka, saya berada di sana dengan seluruh memar dan wajah saya hampir tidak utuh seminggu kemudian, maka dengan menunjukkan wajah saya, saya bangga pada diri saya. Saya bangga dengan diri saya sebagai seorang petinju. Itu mungkin bagian dari hidup saya yang paling saya banggakan, dalam arti, saya telah bekerja keras. Saya telah melakukan hal-hal yang orang lain habiskan seumur hidup untuk mencapainya. Apakah saya akan menikmatinya sebanyak yang seharusnya? Tidak, karena saya memiliki ekspektasi yang tinggi terhadap diri saya sendiri."
Namun, pertanyaan-pertanyaan itu muncul di saat-saat yang tenang dalam kehidupan Sunny, bukan setelahnya. Hal itu cukup kacau, namun dalam waktu enam bulan, Edwards telah kembali ke sasana, menjalani pemusatan latihan dan kembali dengan kemenangan atas Adrian Curiel.
"Saya kalah dari Bam, wajah saya rusak karena pukulannya dan saya berada di Arab Saudi setelah terbang dari Amerika beberapa hari kemudian. Saya berhenti di Inggris dan berada di Saudi pada hari Rabu, di sana untuk mendukung Lyndon [Arthur] saat ia berlaga melawan [Dmitry] Bivol. Saya merasa setengah bertanggung jawab, karena saya terlibat dalam perbincangan saat ia bertanding, maka saya berpikir, 'Saya tidak bisa tidak pergi ke sana. Maka, saya berada di sana dengan seluruh memar dan wajah saya hampir tidak utuh seminggu kemudian, maka dengan menunjukkan wajah saya, saya bangga pada diri saya. Saya bangga dengan diri saya sebagai seorang petinju. Itu mungkin bagian dari hidup saya yang paling saya banggakan, dalam arti, saya telah bekerja keras. Saya telah melakukan hal-hal yang orang lain habiskan seumur hidup untuk mencapainya. Apakah saya akan menikmatinya sebanyak yang seharusnya? Tidak, karena saya memiliki ekspektasi yang tinggi terhadap diri saya sendiri."
(sto)
Lihat Juga :