Dilema Vasiliy Lomachenko Hadapi Mandat IBF: Pertahankan Gelar atau Fokus Unifikasi
Sabtu, 11 Januari 2025 - 09:15 WIB
Dilema Vasiliy Lomachenko Hadapi Mandat IBF: Pertahankan Gelar atau Fokus Unifikasi
Juara dunia kelas ringan IBF, Vasiliy Lomachenko , menghadapi tantangan besar setelah badan sanksi IBF memberinya pengecualian medis untuk sementara mempertahankan gelarnya. Keputusan ini memberikan sedikit waktu bagi petinju berusia 36 tahun itu untuk menentukan langkah selanjutnya, di tengah tekanan jadwal pertarungan wajib dan ambisi unifikasi gelar melawan juara WBA, Gervonta "Tank" Davis.
IBF telah memerintahkan peringkat #2 Raymond Muratalla (22-0, 17 KO) dan peringkat #4 Zaur Abdullaev (20-1, 12 KO) untuk bertarung memperebutkan sabuk interim kelas ringan. Lomachenko wajib mempertahankan gelarnya melawan pemenang dari pertarungan tersebut paling lambat 8 Oktober mendatang untuk tetap memegang sabuk IBF-nya.
Baca Juga: Alasan Vasiliy Lomachenko Ingin Pensiun dari Tinju: Anak Masih Sekolah, Negaranya Dibom
Namun, pertarungan ini menghadirkan dilema bagi Lomachenko. Baik Muratalla maupun Abdullaev bukanlah nama besar di kalangan penggemar tinju kasual, sehingga pertarungan tersebut tidak menawarkan keuntungan finansial yang signifikan. Selain itu, Muratalla dikenal sebagai salah satu petinju kelas ringan paling berbahaya, dengan gaya bertarung agresif dan kekuatan pukulan mematikan.
IBF telah memerintahkan peringkat #2 Raymond Muratalla (22-0, 17 KO) dan peringkat #4 Zaur Abdullaev (20-1, 12 KO) untuk bertarung memperebutkan sabuk interim kelas ringan. Lomachenko wajib mempertahankan gelarnya melawan pemenang dari pertarungan tersebut paling lambat 8 Oktober mendatang untuk tetap memegang sabuk IBF-nya.
Baca Juga: Alasan Vasiliy Lomachenko Ingin Pensiun dari Tinju: Anak Masih Sekolah, Negaranya Dibom
Namun, pertarungan ini menghadirkan dilema bagi Lomachenko. Baik Muratalla maupun Abdullaev bukanlah nama besar di kalangan penggemar tinju kasual, sehingga pertarungan tersebut tidak menawarkan keuntungan finansial yang signifikan. Selain itu, Muratalla dikenal sebagai salah satu petinju kelas ringan paling berbahaya, dengan gaya bertarung agresif dan kekuatan pukulan mematikan.
Lihat Juga :