Kalahkan Kevin Jadi Awal Positif Zverev di US Open 2020
Rabu, 02 September 2020 - 14:35 WIB
Setelah pertandingan, Zverev merayakan kemenangan tersebut dengan melakukan percakapan singkat melalui layar monitor bersama kakaknya, Mischa Zverev. Setelah jumlah tim yang bisa dibawa setiap petenis dibatasi di AS Terbuka musim ini akibat pandemi virus korona, USTA menyediakan kesempatan bagi para petenis untuk berinteraksi setelah pertandingan. (Baca juga: Hamas Sebut Kesepakatan UEA-Israel Memalukan)
Zverev salah satu pesaing utama untuk merebut gelar mayor pertamanya di turnamen ini. Apalagi, dia juga memiliki kesempatan untuk bisa mewujudkan ambisinya itu. Pasalnya, hanya ada tiga petenis yang memiliki status juara Grand Slam yang bersaing di New York, yaitu pengoleksi 17 trofi Grand Slam Novak Djokovic, peraih tiga gelar Grand Slam Murray, dan juara AS Terbuka 2014 Marin Cilic.
Tidak hanya itu, performa Zverev di turnamen besar memang terus menunjukkan progres positif. Pada penampilan Grand Slam terakhirnya di Australia Terbuka, awal tahun ini, dia berhasil mencapai semifinal pertamanya. Pencapaian itu yang membuatnya semakin yakin bisa kembali melangkah jauh di AS Terbuka.
Di laga berikutnya, Zverev optimistis bisa mengalahkan Nakashima yang menyingkirkan wakil dari Italia Paolo Lorenzi dengan skor 6-3, 6-2, 7-6. Meski keduanya belum pernah bertemu di atas lapangan, petenis kelahiran Hamburg, Jerman, 20 April 1997, ini tetap diunggulkan meraih kemenangan jika melihat dari segi pengalaman bertanding. (Baca juga: Begini Suasana Hari Pertama Pembatasan Aktivitas Warga Depok)
Pada bagian putri, petenis asal Jepang Naomi Osaka berhasil melewati ujian pertamanya dengan baik seusai mengalahkan rekan senegaranya, Misaki Doi, dua set langsung 6-2, 7-5. Kemenangan ini juga menjadi sinyal positif mengenai kebugaran tubuhnya mengingat dia mampu menjalani pertandingan tanpa mengalami masalah cedera.
Zverev salah satu pesaing utama untuk merebut gelar mayor pertamanya di turnamen ini. Apalagi, dia juga memiliki kesempatan untuk bisa mewujudkan ambisinya itu. Pasalnya, hanya ada tiga petenis yang memiliki status juara Grand Slam yang bersaing di New York, yaitu pengoleksi 17 trofi Grand Slam Novak Djokovic, peraih tiga gelar Grand Slam Murray, dan juara AS Terbuka 2014 Marin Cilic.
Tidak hanya itu, performa Zverev di turnamen besar memang terus menunjukkan progres positif. Pada penampilan Grand Slam terakhirnya di Australia Terbuka, awal tahun ini, dia berhasil mencapai semifinal pertamanya. Pencapaian itu yang membuatnya semakin yakin bisa kembali melangkah jauh di AS Terbuka.
Di laga berikutnya, Zverev optimistis bisa mengalahkan Nakashima yang menyingkirkan wakil dari Italia Paolo Lorenzi dengan skor 6-3, 6-2, 7-6. Meski keduanya belum pernah bertemu di atas lapangan, petenis kelahiran Hamburg, Jerman, 20 April 1997, ini tetap diunggulkan meraih kemenangan jika melihat dari segi pengalaman bertanding. (Baca juga: Begini Suasana Hari Pertama Pembatasan Aktivitas Warga Depok)
Pada bagian putri, petenis asal Jepang Naomi Osaka berhasil melewati ujian pertamanya dengan baik seusai mengalahkan rekan senegaranya, Misaki Doi, dua set langsung 6-2, 7-5. Kemenangan ini juga menjadi sinyal positif mengenai kebugaran tubuhnya mengingat dia mampu menjalani pertandingan tanpa mengalami masalah cedera.
Lihat Juga :