Usain Bolt dan Muhammad Ali: Pilihan Hidup Legenda Olahraga dengan Jalan Berbeda
Sabtu, 08 Februari 2025 - 14:04 WIB
Usain Bolt dan Muhammad Ali adalah dua legenda olahraga yang telah meninggalkan warisan tak terhapuskan dalam bidangnya masing-masing / Foto: Kolase
Usain Bolt dan Muhammad Ali adalah dua legenda olahraga yang telah meninggalkan warisan tak terhapuskan dalam bidangnya masing-masing. Namun, Bolt baru-baru ini mengungkapkan perbedaan utama antara dirinya dan Ali dalam hal bagaimana mereka akan dikenang.
Bolt, seorang juara Olimpiade delapan kali dan pemegang rekor dunia lari 100m, 200m, dan estafet 4x100m, dianggap sebagai sprinter terhebat sepanjang masa. Prestasinya yang gemilang selama hampir satu dekade membuatnya meraih gelar atlet terbaik dunia enam kali, sebuah pencapaian yang bahkan belum bisa disamai oleh petinju sekaliber Ali.
Sementara itu, Ali, seorang juara kelas berat tak terbantahkan dari tahun 1974 hingga 1978, juga dianggap sebagai salah satu petinju terhebat yang pernah ada. Namun, ketenarannya tidak hanya datang dari prestasinya di atas ring, tetapi juga dari keberaniannya dalam memperjuangkan keyakinan dan prinsipnya di luar ring.
Baca Juga: Perbandingan Kekuatan Daud Yordan vs George Kambosos Jr
Ali dikenal karena penolakannya untuk direkrut menjadi militer Amerika Serikat untuk Perang Vietnam, sebuah tindakan yang membuatnya kehilangan gelar tinjunya dan dinyatakan bersalah atas penghindaran wajib militer. Meskipun hukumannya kemudian dibatalkan oleh Mahkamah Agung, tindakan Ali ini menjadikannya tokoh penting bagi mereka yang menentang perang dan gerakan hak-hak sipil.
Pada 2016, Bolt ditanya tentang warisan Ali. Ia mengakui bahwa Ali akan dikenang karena prestasinya di bidang olahraga dan politik. Namun, Bolt menegaskan bahwa ia tidak akan pernah terlibat dalam politik.
Bolt, seorang juara Olimpiade delapan kali dan pemegang rekor dunia lari 100m, 200m, dan estafet 4x100m, dianggap sebagai sprinter terhebat sepanjang masa. Prestasinya yang gemilang selama hampir satu dekade membuatnya meraih gelar atlet terbaik dunia enam kali, sebuah pencapaian yang bahkan belum bisa disamai oleh petinju sekaliber Ali.
Sementara itu, Ali, seorang juara kelas berat tak terbantahkan dari tahun 1974 hingga 1978, juga dianggap sebagai salah satu petinju terhebat yang pernah ada. Namun, ketenarannya tidak hanya datang dari prestasinya di atas ring, tetapi juga dari keberaniannya dalam memperjuangkan keyakinan dan prinsipnya di luar ring.
Baca Juga: Perbandingan Kekuatan Daud Yordan vs George Kambosos Jr
Ali dikenal karena penolakannya untuk direkrut menjadi militer Amerika Serikat untuk Perang Vietnam, sebuah tindakan yang membuatnya kehilangan gelar tinjunya dan dinyatakan bersalah atas penghindaran wajib militer. Meskipun hukumannya kemudian dibatalkan oleh Mahkamah Agung, tindakan Ali ini menjadikannya tokoh penting bagi mereka yang menentang perang dan gerakan hak-hak sipil.
Pada 2016, Bolt ditanya tentang warisan Ali. Ia mengakui bahwa Ali akan dikenang karena prestasinya di bidang olahraga dan politik. Namun, Bolt menegaskan bahwa ia tidak akan pernah terlibat dalam politik.
Lihat Juga :