Media Vietnam Panik Dengar Timnas Indonesia Ingin Jadi Peserta Tetap di Piala Dunia
Minggu, 09 Februari 2025 - 01:30 WIB
Inilah kali pertama dalam sejarah persepakbolaan Indonesia, Timnas U-17, U-20, U-23 kita, dan Timnas U-23 semuanya lolos ke ajang Asia, dengan peluang lolos ke Piala Dunia dan Olimpiade. Maksud saya sepak bola Indonesia seperti raksasa yang sedang tidur. Saya tetap katakan, sepak bola adalah gairah, olahraga nomor satu di Indonesia. Semangat rakyat kita, ekonomi kita sama-sama bertumbuh.
Kami bertekad untuk masuk dalam 50 besar dunia pada tahun 2045 dan menjadi peserta tetap Piala Dunia. Kalau kita hitung semua data yang ada, saya rasa sepak bola Indonesia bisa mencapai target-target itu.
Selain berbicara mengenai misi besarnya. Erick Thohir juga berbicara tengang pengembangan sepak bola di Tanah Air dalam beberapa tahun mendatang.
Kami masih terbatas dalam hal manajemen. Kita lemah dalam hal kontinuitas dan pewarisan. Saya katakan kepada banyak pendukung kami, dari pemerintah, FIFA, penggemar, bahwa ini seperti maraton. Ini bukan sekadar lari cepat 100m. Anda harus lari maraton dengan sepak bola. Sekalipun punya generasi emas, belum tentu tim bisa merebut posisi nomor satu.
Ini adalah sesuatu yang terus kami bangun dengan bakat yang kami miliki. Jepang adalah contoh utama karena mereka benar-benar membangun dari bawah dan melanjutkan program pengembangan tim nasional mereka dengan sangat baik. Saat ini, Jepang berada di peringkat 15 teratas di dunia.
Baca Juga: Mengapa Nova Arianto Tidak Masuk Tim Kepelatihan Patrick Kluivert di Timnas Indonesia Senior?
Kami bertekad untuk masuk dalam 50 besar dunia pada tahun 2045 dan menjadi peserta tetap Piala Dunia. Kalau kita hitung semua data yang ada, saya rasa sepak bola Indonesia bisa mencapai target-target itu.
Selain berbicara mengenai misi besarnya. Erick Thohir juga berbicara tengang pengembangan sepak bola di Tanah Air dalam beberapa tahun mendatang.
Kami masih terbatas dalam hal manajemen. Kita lemah dalam hal kontinuitas dan pewarisan. Saya katakan kepada banyak pendukung kami, dari pemerintah, FIFA, penggemar, bahwa ini seperti maraton. Ini bukan sekadar lari cepat 100m. Anda harus lari maraton dengan sepak bola. Sekalipun punya generasi emas, belum tentu tim bisa merebut posisi nomor satu.
Ini adalah sesuatu yang terus kami bangun dengan bakat yang kami miliki. Jepang adalah contoh utama karena mereka benar-benar membangun dari bawah dan melanjutkan program pengembangan tim nasional mereka dengan sangat baik. Saat ini, Jepang berada di peringkat 15 teratas di dunia.
Baca Juga: Mengapa Nova Arianto Tidak Masuk Tim Kepelatihan Patrick Kluivert di Timnas Indonesia Senior?
Lihat Juga :