Jejak Dokter Usman Sajjad di Kasus Doping Conor Benn: Batal Lawan Chris Eubank Jr
Jum'at, 28 Februari 2025 - 22:25 WIB
Jejak Dokter Usman Sajjad di Kasus Doping Conor Benn: Batal Lawan Chris Eubank Jr. Foto: Daily Mail
Mantan dokter tim Conor Benn , Usman Sajjad, dilaporkan sedang dalam penyelidikan oleh General Medical Council (GMC) setelah sebelumnya masuk daftar hitam oleh British Boxing Board of Control (BBBC). Investigasi ini telah berlangsung selama enam bulan, hanya satu bulan setelah BBBC melarang penggunaan dokumen medis dari Dr. Sajjad. Seperti apa jejak kasusnya?
Menurut laporan Mail Sport, BBBC sebelumnya telah mengingatkan bahwa Dr. Sajjad tidak terdaftar sebagai dokter yang diakui oleh badan tinju Inggris. Keputusan ini diambil setelah muncul dugaan keterlibatannya dengan juara super-bantamweight Dennis McCann, yang terkena skorsing akibat kasus doping.
Nama Dr. Sajjad sudah menjadi perhatian sejak 2022, saat Conor Benn gagal dalam dua tes doping menjelang pertarungan melawan Chris Eubank Jr. Benn dinyatakan bersih dari kesalahan oleh National Anti-Doping Panel pada November lalu, tetapi hingga kini belum bisa menjelaskan mengapa zat terlarang clomiphene terdeteksi dalam tubuhnya. Awalnya, Benn berdalih bahwa kandungan itu berasal dari telur yang terkontaminasi.
Kini, setelah 30 bulan, duel antara Benn dan Eubank Jr akhirnya dijadwalkan ulang pada April 2025 mendatang. Dalam konferensi pers peluncuran pertarungan, Eubank Jr mengejek Benn dengan menampar pipinya menggunakan telur mentah sebagai sindiran atas alasan yang pernah diberikan Benn terkait kasus dopingnya.
Menurut laporan terbaru dari The Times, GMC telah menetapkan tujuh syarat sementara bagi Dr. Sajjad selama proses penyelidikan berlangsung. Di antaranya, ia tidak boleh meresepkan obat untuk dirinya sendiri atau individu yang memiliki hubungan pribadi dengannya, serta harus mendapatkan izin dari GMC sebelum bekerja di luar sistem layanan kesehatan nasional (NHS). Selain itu, ia juga wajib diawasi oleh supervisor klinis dalam semua pekerjaannya.
Sumber menyebutkan bahwa Dr. Sajjad telah dalam pengawasan GMC sejak Agustus tahun lalu—enam bulan sebelum McCann dinyatakan positif menggunakan steroid pada Desember. Sementara itu, Dr. Sajjad juga dikaitkan dengan perusahaan terapi pengganti testosteron yang beroperasi di Inggris dan Dubai. Seorang mantan kliennya mengaku bahwa ia pernah diberikan clomiphene oleh Dr. Sajjad pada tahun 2022.
Dr. Sajjad diketahui pernah mengklaim memiliki hubungan dengan beberapa petinju ternama, termasuk Tyson Fury. Meskipun ia tidak secara langsung dituduh melakukan kesalahan dalam kasus ini, perannya dalam dunia tinju terus menjadi sorotan. Bahkan, dalam sebuah podcast sebelum bekerja dengan Benn, ia mengungkapkan bahwa ‘80 hingga 90 persen’ petinju elite menggunakan doping. Ia juga menjelaskan bagaimana seorang petinju bisa mengonsumsi testosteron yang bekerja cepat setelah jendela tes doping ditutup pada pukul 23.00 dan menghilangkan jejaknya sebelum tes kembali dibuka keesokan harinya.
Pada 2022, pengacara Dr. Sajjad, Scott Ewing, pernah menyatakan kepada Mail Sport bahwa kliennya tidak terlibat dalam penyediaan obat peningkat performa bagi atlet. Meski begitu, ia memilih untuk melepaskan registrasinya di BBBC pada tahun yang sama, tepat saat keterlibatannya dengan Benn mulai diawasi ketat.
Dengan penyelidikan yang masih berlangsung, dunia tinju kini menantikan kejelasan mengenai peran Dr. Sajjad dan dampaknya terhadap para petinju yang pernah bekerja dengannya. Sementara itu, pertarungan antara Conor Benn dan Chris Eubank Jr tetap menjadi agenda utama yang ditunggu oleh para penggemar.
Menurut laporan Mail Sport, BBBC sebelumnya telah mengingatkan bahwa Dr. Sajjad tidak terdaftar sebagai dokter yang diakui oleh badan tinju Inggris. Keputusan ini diambil setelah muncul dugaan keterlibatannya dengan juara super-bantamweight Dennis McCann, yang terkena skorsing akibat kasus doping.
Jejak Dr. Sajjad dalam Kasus Doping Benn
Nama Dr. Sajjad sudah menjadi perhatian sejak 2022, saat Conor Benn gagal dalam dua tes doping menjelang pertarungan melawan Chris Eubank Jr. Benn dinyatakan bersih dari kesalahan oleh National Anti-Doping Panel pada November lalu, tetapi hingga kini belum bisa menjelaskan mengapa zat terlarang clomiphene terdeteksi dalam tubuhnya. Awalnya, Benn berdalih bahwa kandungan itu berasal dari telur yang terkontaminasi.
Kini, setelah 30 bulan, duel antara Benn dan Eubank Jr akhirnya dijadwalkan ulang pada April 2025 mendatang. Dalam konferensi pers peluncuran pertarungan, Eubank Jr mengejek Benn dengan menampar pipinya menggunakan telur mentah sebagai sindiran atas alasan yang pernah diberikan Benn terkait kasus dopingnya.
Menurut laporan terbaru dari The Times, GMC telah menetapkan tujuh syarat sementara bagi Dr. Sajjad selama proses penyelidikan berlangsung. Di antaranya, ia tidak boleh meresepkan obat untuk dirinya sendiri atau individu yang memiliki hubungan pribadi dengannya, serta harus mendapatkan izin dari GMC sebelum bekerja di luar sistem layanan kesehatan nasional (NHS). Selain itu, ia juga wajib diawasi oleh supervisor klinis dalam semua pekerjaannya.
Sumber menyebutkan bahwa Dr. Sajjad telah dalam pengawasan GMC sejak Agustus tahun lalu—enam bulan sebelum McCann dinyatakan positif menggunakan steroid pada Desember. Sementara itu, Dr. Sajjad juga dikaitkan dengan perusahaan terapi pengganti testosteron yang beroperasi di Inggris dan Dubai. Seorang mantan kliennya mengaku bahwa ia pernah diberikan clomiphene oleh Dr. Sajjad pada tahun 2022.
Dr. Sajjad diketahui pernah mengklaim memiliki hubungan dengan beberapa petinju ternama, termasuk Tyson Fury. Meskipun ia tidak secara langsung dituduh melakukan kesalahan dalam kasus ini, perannya dalam dunia tinju terus menjadi sorotan. Bahkan, dalam sebuah podcast sebelum bekerja dengan Benn, ia mengungkapkan bahwa ‘80 hingga 90 persen’ petinju elite menggunakan doping. Ia juga menjelaskan bagaimana seorang petinju bisa mengonsumsi testosteron yang bekerja cepat setelah jendela tes doping ditutup pada pukul 23.00 dan menghilangkan jejaknya sebelum tes kembali dibuka keesokan harinya.
Pada 2022, pengacara Dr. Sajjad, Scott Ewing, pernah menyatakan kepada Mail Sport bahwa kliennya tidak terlibat dalam penyediaan obat peningkat performa bagi atlet. Meski begitu, ia memilih untuk melepaskan registrasinya di BBBC pada tahun yang sama, tepat saat keterlibatannya dengan Benn mulai diawasi ketat.
Dengan penyelidikan yang masih berlangsung, dunia tinju kini menantikan kejelasan mengenai peran Dr. Sajjad dan dampaknya terhadap para petinju yang pernah bekerja dengannya. Sementara itu, pertarungan antara Conor Benn dan Chris Eubank Jr tetap menjadi agenda utama yang ditunggu oleh para penggemar.
(sto)
Lihat Juga :
tulis komentar anda