Kisah Luka Modric, Bintang Real Madrid yang Tak Diharapkan Madridista Tapi Beri Banyak Gelar

Minggu, 09 Maret 2025 - 12:19 WIB
Namun, Modric tak menyerah. Dengan kerja keras dan determinasi, ia perlahan menunjukkan kualitasnya. Puncaknya terjadi saat ia menjadi bagian penting dari skuad yang menorehkan sejarah dengan tiga gelar Liga Champions beruntun (2015-2016, 2016-2017, 2017-2018) di era kepelatihan Zinedine Zidane.

Tak hanya itu, Modric juga masuk dalam Tim Terbaik FIFA FIFPro selama tiga tahun berturut-turut (2015-2017) dan meraih Gelandang Terbaik La Liga pada musim 2013-2014 serta 2015-2016.

Tahun 2018 menjadi momen terbaik dalam karier Modric. Ia membawa Kroasia ke final Piala Dunia 2018 dan menjadi ikon Real Madrid setelah kepergian Cristiano Ronaldo. Popularitasnya melonjak hingga membuat jersey Modric menjadi yang paling laris di Madrid kala itu.

Puncaknya, Modric memecah dominasi Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo dengan meraih Ballon d'Or 2018, menjadikannya pemain pertama selain dua megabintang itu yang meraih trofi sejak 2007.

Kini, lebih dari satu dekade setelah kedatangannya, Luka Modric tak hanya membuktikan kualitasnya, tetapi juga menegaskan dirinya sebagai salah satu gelandang terbaik dalam sejarah Real Madrid. Dari dicap pembelian terburuk hingga menjadi legenda, kisah Modric adalah inspirasi bahwa ketekunan selalu membuahkan hasil.
(sto)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!