Menanti Taji Septian Bagaskara: Dari Liga 3 ke Kualifikasi Piala Dunia
Selasa, 11 Maret 2025 - 13:13 WIB
"Untuk persiapan, sama seperti biasa. Saya hanya ingin maksimal dalam latihan dan siap menjalankan instruksi pelatih," katanya.
Dua pertandingan berat menanti di depan: melawan Australia di Sydney Football Stadium (20 Maret 2025) dan menjamu Bahrain di SUGBK (25 Maret 2025). Septian tak mau larut dalam ekspektasi, tetapi siap menjawab tantangan dengan caranya sendiri.
"Saya akan mendukung siapa pun yang diturunkan. Kalau diberi menit bermain, saya akan memaksimalkannya," ujarnya dengan penuh optimisme.
Lahir di Kediri, 26 September 1997, sepak bola selalu menjadi bagian dari hidup Septian. Ia memulainya di SSB Triple'S, lalu mendapat kesempatan emas untuk berlatih di Manchester United Soccer School pada 2015. Di sana, ia belajar langsung dari legenda Andy Cole dan bahkan mencetak gol ke gawang Manchester United U-17.
Sepulangnya ke Indonesia, ia melanjutkan perjuangan di klub-klub yang membentuk mentalitasnya sebagai seorang pesepak bola. Dari Persedikab Kediri (2016), kemudian Persik Kediri yang membawanya menjuarai Liga 3 (2018) dan Liga 2 (2019), hingga akhirnya membawa klubnya promosi ke Liga 1.
Dua pertandingan berat menanti di depan: melawan Australia di Sydney Football Stadium (20 Maret 2025) dan menjamu Bahrain di SUGBK (25 Maret 2025). Septian tak mau larut dalam ekspektasi, tetapi siap menjawab tantangan dengan caranya sendiri.
"Saya akan mendukung siapa pun yang diturunkan. Kalau diberi menit bermain, saya akan memaksimalkannya," ujarnya dengan penuh optimisme.
Lahir di Kediri, 26 September 1997, sepak bola selalu menjadi bagian dari hidup Septian. Ia memulainya di SSB Triple'S, lalu mendapat kesempatan emas untuk berlatih di Manchester United Soccer School pada 2015. Di sana, ia belajar langsung dari legenda Andy Cole dan bahkan mencetak gol ke gawang Manchester United U-17.
Sepulangnya ke Indonesia, ia melanjutkan perjuangan di klub-klub yang membentuk mentalitasnya sebagai seorang pesepak bola. Dari Persedikab Kediri (2016), kemudian Persik Kediri yang membawanya menjuarai Liga 3 (2018) dan Liga 2 (2019), hingga akhirnya membawa klubnya promosi ke Liga 1.
Lihat Juga :