Aneh, Kenapa FIFA Tolak Jatuhkan Sanksi kepada Israel?

Sabtu, 22 Maret 2025 - 15:26 WIB

FIFA dan Standar Ganda

Sejak Asosiasi Sepak Bola Palestina (PFA) diterima sebagai anggota FIFA pada 1998, Israel terus melanggar aturan organisasi ini dengan memasukkan klub-klub dari pemukiman ilegal ke dalam kompetisinya. FIFA sendiri memiliki aturan yang jelas bahwa asosiasi anggota dan klub tidak boleh bermain di wilayah asosiasi lain tanpa persetujuan mereka. Namun, aturan ini tampaknya tidak berlaku bagi Israel.

Ironisnya, ketika Rusia menginvasi Ukraina pada 2022, FIFA dengan cepat mengeluarkan mereka dari Piala Dunia. Keputusan ini memperlihatkan standar ganda yang diterapkan FIFA dalam merespons pelanggaran hukum internasional.

Sejak Oktober 2023, infrastruktur sepak bola di Gaza mengalami kehancuran total akibat serangan Israel. Lebih dari 350 pesepak bola Palestina tewas, termasuk Hani al-Masdar, pelatih tim sepak bola Olimpiade Palestina, yang meninggal akibat serangan udara pada Januari 2024.

Pada Maret 2024, bintang sepak bola Palestina, Mohammed Barakat, tewas saat rumahnya dibom di Khan Younis pada hari pertama Ramadan. Stadion-stadion di Gaza, seperti Stadion Yarmouk, hancur total dan bahkan sempat digunakan oleh pasukan Israel sebagai kamp tahanan sementara. Ribuan warga Palestina dipaksa berlutut dengan tangan terikat di lapangan yang seharusnya menjadi tempat mereka bermain sepak bola.

Pada Mei 2024, satu-satunya stadion yang masih utuh berubah menjadi tempat perlindungan bagi ribuan warga Palestina yang melarikan diri dari serangan Israel. FIFA, sementara itu, hanya berjanji akan mencari masukan hukum terkait permintaan PFA untuk memberikan sanksi kepada Israel. Hingga kini, belum ada tindakan nyata dari organisasi tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!