Herfesa Shafira Devi, Pecatur Muda Indonesia Lolos Piala Dunia 2025
Jum'at, 02 Mei 2025 - 02:12 WIB
Keberuntungan berpihak pada Shafira. Pesaing terdekatnya, WCM Khishigbaatar Bayasgalan (6,5 poin), secara mengejutkan ditaklukkan oleh WGM Janelle Mae Frayna dari Filipina. Namun, satu pesaing lain dari Mongolia, WFM Amgalan Enkh Enkhrii (6 poin), berhasil meraih kemenangan atas Hoang Tu Linh Luong (Vietnam), membuat perolehan poinnya sama dengan Shafira, yaitu 7 poin.
Alhasil, penentuan juara dan pemilik tiket tunggal ke Piala Dunia Catur 2025 harus ditentukan melalui perhitungan Tie Break yang dramatis. Hingga babak kedelapan, Shafira tertinggal 40 poin (Tie Break 2206 berbanding 2246) dari Amgalan. Namun, kemenangan heroiknya atas WGM Turmunkh Munkhzul (elo 2301) di babak 9, berbanding kemenangan Amgalan atas pecatur dengan elo lebih rendah (1939), serta keunggulan rata-rata rating lawan yang dihadapi Shafira sejak babak 1-8, akhirnya membalikkan keadaan.
Shafira unggul tipis dalam perhitungan Tie Break dengan skor 2218 berbanding 2208, hanya terpaut 10 poin. Prestasi luar biasa ini menjadikan Shafira sebagai pecatur Indonesia keempat yang berhasil menembus Piala Dunia Catur.
Sebelumnya, Grand Master (GM) Utut Adianto, GM Susanto Megaranto, dan Grand Master Wanita (GMW) Medina Warda Aulia pernah mencicipi Piala Dunia catur. Selain berhak atas trofi, hadiah uang sebesar USD1.500, dan tiket Piala Dunia Catur 2025, Shafira yang awalnya bukan pemain unggulan juga berhasil melesatkan elo ratingnya dari 1983 menjadi 2378!
Sayangnya, lima pecatur Indonesia lainnya belum berhasil menembus posisi tiga besar. IM Yoseph Theolifus Taher harus puas di urutan 12 (5,5 poin), IM Nayaka Budhidharma di urutan 16 (5 poin), GM Novendra Priasmoro di urutan 19 (5 poin), FM Satria Duta Cahaya di urutan 22 (5 poin), dan WIM Laysa Latifah di urutan 7 (6,5 poin).
Alhasil, penentuan juara dan pemilik tiket tunggal ke Piala Dunia Catur 2025 harus ditentukan melalui perhitungan Tie Break yang dramatis. Hingga babak kedelapan, Shafira tertinggal 40 poin (Tie Break 2206 berbanding 2246) dari Amgalan. Namun, kemenangan heroiknya atas WGM Turmunkh Munkhzul (elo 2301) di babak 9, berbanding kemenangan Amgalan atas pecatur dengan elo lebih rendah (1939), serta keunggulan rata-rata rating lawan yang dihadapi Shafira sejak babak 1-8, akhirnya membalikkan keadaan.
Shafira unggul tipis dalam perhitungan Tie Break dengan skor 2218 berbanding 2208, hanya terpaut 10 poin. Prestasi luar biasa ini menjadikan Shafira sebagai pecatur Indonesia keempat yang berhasil menembus Piala Dunia Catur.
Sebelumnya, Grand Master (GM) Utut Adianto, GM Susanto Megaranto, dan Grand Master Wanita (GMW) Medina Warda Aulia pernah mencicipi Piala Dunia catur. Selain berhak atas trofi, hadiah uang sebesar USD1.500, dan tiket Piala Dunia Catur 2025, Shafira yang awalnya bukan pemain unggulan juga berhasil melesatkan elo ratingnya dari 1983 menjadi 2378!
Sayangnya, lima pecatur Indonesia lainnya belum berhasil menembus posisi tiga besar. IM Yoseph Theolifus Taher harus puas di urutan 12 (5,5 poin), IM Nayaka Budhidharma di urutan 16 (5 poin), GM Novendra Priasmoro di urutan 19 (5 poin), FM Satria Duta Cahaya di urutan 22 (5 poin), dan WIM Laysa Latifah di urutan 7 (6,5 poin).
Lihat Juga :