Sejarah Perseteruan Manchester United vs Manchester City: Old Trafford Sempat Hancur saat Perang Dunia II
Minggu, 04 Mei 2025 - 20:16 WIB
Secara geografis, kedua stadion hanya dipisahkan oleh jarak sekitar 6,4 kilometer. Manchester City bermarkas di Etihad Stadium, kawasan Bradford di timur kota, sementara Manchester United mendiami Old Trafford yang terletak di wilayah Trafford, bagian barat daya Greater Manchester. Kedekatan inilah yang membuat atmosfer derby selalu mendidih, tak hanya di lapangan tetapi juga di jalan-jalan kota.
Dari total 196 pertemuan di semua kompetisi, Manchester United masih memimpin dengan 80 kemenangan, sementara City mencatatkan 61 kemenangan dan 55 pertandingan lainnya berakhir imbang. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, dominasi mulai berpindah arah. Era kepelatihan Pep Guardiola mengubah City menjadi kekuatan dominan, bahkan mencapai puncaknya dengan menyamai pencapaian terbesar rival sekotanya.
Kedua klub ini kini menjadi satu-satunya duo sekota di dunia yang sama-sama pernah meraih treble winners—menjuarai liga, piala domestik, dan Liga Champions dalam satu musim. United melakukannya lebih dulu pada tahun 1999 di bawah asuhan Sir Alex Ferguson. Dua dekade lebih berselang, pada 2023, giliran Manchester City menorehkan prestasi serupa dengan gaya dominan khas Guardiola.
Bagi pendukung kedua belah pihak, Derby Manchester bukan hanya soal siapa yang menang hari itu. Ini tentang kebanggaan kota, warisan keluarga, dan sejarah panjang yang terus ditulis ulang dari generasi ke generasi. Di tengah gegap gempita sepak bola modern, Derby Manchester tetap menjadi pengingat bahwa rivalitas paling murni dan penuh gairah datang dari rumah sendiri.
Baca Juga: 4 Pemain Timnas Jepang yang Pernah Juara Liga Inggris, Terbaru Wataru Endo
Dari total 196 pertemuan di semua kompetisi, Manchester United masih memimpin dengan 80 kemenangan, sementara City mencatatkan 61 kemenangan dan 55 pertandingan lainnya berakhir imbang. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, dominasi mulai berpindah arah. Era kepelatihan Pep Guardiola mengubah City menjadi kekuatan dominan, bahkan mencapai puncaknya dengan menyamai pencapaian terbesar rival sekotanya.
Kedua klub ini kini menjadi satu-satunya duo sekota di dunia yang sama-sama pernah meraih treble winners—menjuarai liga, piala domestik, dan Liga Champions dalam satu musim. United melakukannya lebih dulu pada tahun 1999 di bawah asuhan Sir Alex Ferguson. Dua dekade lebih berselang, pada 2023, giliran Manchester City menorehkan prestasi serupa dengan gaya dominan khas Guardiola.
Bagi pendukung kedua belah pihak, Derby Manchester bukan hanya soal siapa yang menang hari itu. Ini tentang kebanggaan kota, warisan keluarga, dan sejarah panjang yang terus ditulis ulang dari generasi ke generasi. Di tengah gegap gempita sepak bola modern, Derby Manchester tetap menjadi pengingat bahwa rivalitas paling murni dan penuh gairah datang dari rumah sendiri.
Baca Juga: 4 Pemain Timnas Jepang yang Pernah Juara Liga Inggris, Terbaru Wataru Endo
(sto)
Lihat Juga :