Momen Si Kuping Besar Melewati Pemeriksaan x-Ray di Bandara

Senin, 02 Juni 2025 - 19:14 WIB
Suar dan kembang api dinyalakan, halte bus dihancurkan dan mobil dibakar di tengah perayaan liar saat PSG memenangkan hadiah terbesar dalam sepak bola klub Eropa untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka. PSG mengutuk kekerasan tersebut dalam sebuah pernyataan, menambahkan bahwa "tindakan terisolasi ini bertentangan dengan nilai-nilai klub dan sama sekali tidak mewakili sebagian besar pendukung kami".

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan bentrokan itu sebagai tindakan yang tidak dapat diterima dan tidak dapat dibenarkan, dan bahwa mereka yang terlibat akan ditemukan dan dihukum. Parade kemenangan klub di pusat kota Paris tetap berlangsung, kemarin sore (waktu setempat), meskipun terjadi bentrokan, tetapi dengan peningkatan kehadiran polisi dan militer di lapangan.

Kementerian dalam negeri Prancis mengatakan 192 orang terluka dalam bentrokan pada dini hari Minggu dan 559 orang ditangkap, termasuk 491 orang di Paris. "Dua puluh dua petugas polisi dan tujuh petugas pemadam kebakaran terluka dan 264 kendaraan dibakar," demikian pernyataan Kementerian Dalam Negeri Prancis dikutip dari BBC Sport.

Kepala polisi Paris Laurent Nuñez mengatakan: "Jumlah korban lebih rendah dari yang pernah kita lihat sebelumnya, tetapi kita tidak akan pernah terbiasa dengan pelecehan semacam ini, dengan orang-orang yang hanya datang untuk melakukan tindakan vandalisme dan bahkan tidak menonton pertandingan, dan kami akan selalu memberikan tanggapan yang sangat tegas."
(yov)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!