Jon Jones: Drama Perebutan Gelar Kelas Berat UFC dan Bayang-bayang Francis Ngannou

Selasa, 17 Juni 2025 - 10:10 WIB
Absen selama tiga tahun sejak 2020 setelah mempertahankan sabuk kelas berat ringan untuk ke-12 kalinya, Jones memutuskan untuk melepaskan gelarnya demi menjajal divisi kelas berat. Pada saat yang sama, UFC sedang menemui jalan buntu dalam negosiasi kontrak dengan juara kelas berat kala itu, Francis Ngannou.

Perselisihan kontrak yang berlarut-larut membuat Ngannou akhirnya dilepas oleh UFC pada awal 2023, menjadi agen bebas. Situasi ini membuka satu-satunya peluang bagi Dana White. "Keduanya adalah orang-orang yang sangat berbakat," kata Dana White dikutip dari talkSPORT, Selasa (17/6/2025).

"Ciryl Gane adalah petinju kelas berat yang bergerak seperti petinju kelas menengah. Ia memiliki permainan yang sangat lengkap dan menurut saya Jon Jones adalah yang terbaik yang pernah melakukannya. Jadi, Anda tidak bisa meminta pertarungan yang lebih baik," beber White.

Baca Juga: Mengenang Pertarungan Rocky Marciano vs Petinju Legendaris Hebat

White menjelaskan bahwa UFC telah bernegosiasi dengan Ngannou selama lebih dari dua tahun. "Kami menawarkan Francis kesepakatan yang akan menjadikannya petinju kelas berat dengan bayaran tertinggi dalam sejarah perusahaan. Lebih dari [Brock] Lesnar, lebih dari siapa pun, dan ia menolak kesepakatan itu."

Ngannou kemudian menandatangani kontrak dengan promosi MMA saingan, PFL, bahkan sempat menjadi juara kelas berat mereka pada tahun 2022 setelah mengalahkan Renan Ferreira. Namun, "The Predator" belum bertarung lagi di MMA sejak saat itu, memilih untuk menjajal ring tinju dengan pertarungan menggiurkan melawan legenda tinju Inggris, Tyson Fury dan Anthony Joshua.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!