Marc Marquez Berpeluang Segel Juara Dunia di Kandang Valentino Rossi
Minggu, 10 Agustus 2025 - 12:44 WIB
Misi ini memang berat karena sangat bergantung pada hasil balapan Alex. Sang adik harus mengalami serangkaian hasil buruk atau bahkan gagal finis akibat masalah teknis agar poinnya terhambat. Namun, performa Marquez yang nyaris sempurna musim ini membuat skenario tersebut bukan hal mustahil.
Di sisi lain, Alex Marquez mengaku realistis menghadapi situasi ini. Dengan jarak 120 poin, ia menilai peluang mengejar sang kakak sangat tipis. Fokusnya kini bergeser untuk mempertahankan posisi kedua di klasemen akhir. “Saya pikir 120 poin itu mustahil. Target saya menjadi yang kedua di kejuaraan, dan itu sudah luar biasa,” ungkap Alex kepada Crash.
Musim ini, Alex mencatat satu kemenangan dan tujuh podium, namun juga mengalami beberapa nasib sial, termasuk terjatuh dan gagal finis di seri terakhir. Ia mengaku akan memanfaatkan jeda menuju GP Austria pada 15–17 Agustus untuk memulihkan kondisi fisik dan menghindari kesalahan di sisa musim.
Sementara itu, Marc Marquez memilih untuk tidak terlalu larut dalam perhitungan gelar. Ia menegaskan fokus utamanya adalah tampil maksimal di setiap balapan dan meraih poin sebanyak mungkin. “Yang terpenting adalah menggeber motor sebaik mungkin. Waktu yang akan menentukan kapan gelar itu datang,” tegasnya.
Jika benar-benar mengunci gelar di Misano, momen tersebut akan menjadi kisah ikonik: Marquez merayakan juara di lintasan yang identik dengan rival abadinya, Valentino Rossi. Sebuah skenario yang akan menambah babak baru dalam sejarah rivalitas terbesar di MotoGP.
Di sisi lain, Alex Marquez mengaku realistis menghadapi situasi ini. Dengan jarak 120 poin, ia menilai peluang mengejar sang kakak sangat tipis. Fokusnya kini bergeser untuk mempertahankan posisi kedua di klasemen akhir. “Saya pikir 120 poin itu mustahil. Target saya menjadi yang kedua di kejuaraan, dan itu sudah luar biasa,” ungkap Alex kepada Crash.
Musim ini, Alex mencatat satu kemenangan dan tujuh podium, namun juga mengalami beberapa nasib sial, termasuk terjatuh dan gagal finis di seri terakhir. Ia mengaku akan memanfaatkan jeda menuju GP Austria pada 15–17 Agustus untuk memulihkan kondisi fisik dan menghindari kesalahan di sisa musim.
Sementara itu, Marc Marquez memilih untuk tidak terlalu larut dalam perhitungan gelar. Ia menegaskan fokus utamanya adalah tampil maksimal di setiap balapan dan meraih poin sebanyak mungkin. “Yang terpenting adalah menggeber motor sebaik mungkin. Waktu yang akan menentukan kapan gelar itu datang,” tegasnya.
Jika benar-benar mengunci gelar di Misano, momen tersebut akan menjadi kisah ikonik: Marquez merayakan juara di lintasan yang identik dengan rival abadinya, Valentino Rossi. Sebuah skenario yang akan menambah babak baru dalam sejarah rivalitas terbesar di MotoGP.
(sto)
Lihat Juga :