Korfball DKI Jakarta Gelar Coaching Clinic Bersama Pelatih Belanda Raymond Mollet
Minggu, 10 Agustus 2025 - 12:53 WIB
Adi menyebut antusiasme peserta sangat tinggi. Banyak di antara mereka berasal dari cabang olahraga bola basket yang ingin mencoba Korfball. "Rata-rata mereka mengakui teknik Korfball tidak terlalu sulit, tapi memang lebih menguras energi dibanding basket," kata Adi.
Baca Juga: Hasil Drawing Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis Beregu Junior 2025: Indonesia Masuk Grup C
Pengprov Korfball DKI Jakarta baru-baru ini meraih juara umum di Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh–Sumut. Prestasi tersebut mendorong mereka untuk lebih gencar menyosialisasikan olahraga ini. Adi berharap kegiatan seperti coaching clinic dapat diadakan secara rutin sebagai ajang fun Korfball dan pengenalan teknik dasar.
Namun, ia juga mengungkapkan kendala yang dihadapi, salah satunya keterbatasan lapangan khusus Korfball di DKI Jakarta. "Mudah-mudahan ke depan akan ada liga atau turnamen resmi Korfball di Indonesia. Di Porprov saja belum dipertandingkan, tapi kami optimistis tahun ini Kejurnas bisa digelar," ujarnya.
Coach Raymond Mollet mengaku terkesan dengan potensi atlet Indonesia. Menurutnya, dalam lima hingga enam tahun ke depan, Indonesia berpeluang menjadi salah satu tim top di Asia.
"Potensi atlet di Indonesia khususnya di DKI Jakarta sangat bagus. Postur tubuh tidak menjadi hambatan di Korfball, yang terpenting adalah kecerdasan bermain, kelincahan, dan kemampuan bekerja sama dalam tim," kata Raymond.
Pelatih yang telah lama terlibat di kancah internasional ini berharap olahraga Korfball bisa lebih dikenal di seluruh Indonesia. Ia juga menargetkan agar Tim Nasional Indonesia dan tim DKI Jakarta dapat mengikuti lebih banyak kompetisi internasional dan bersaing dengan tim-tim papan atas dunia.
Baca Juga: Hasil Drawing Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis Beregu Junior 2025: Indonesia Masuk Grup C
Pengprov Korfball DKI Jakarta baru-baru ini meraih juara umum di Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh–Sumut. Prestasi tersebut mendorong mereka untuk lebih gencar menyosialisasikan olahraga ini. Adi berharap kegiatan seperti coaching clinic dapat diadakan secara rutin sebagai ajang fun Korfball dan pengenalan teknik dasar.
Namun, ia juga mengungkapkan kendala yang dihadapi, salah satunya keterbatasan lapangan khusus Korfball di DKI Jakarta. "Mudah-mudahan ke depan akan ada liga atau turnamen resmi Korfball di Indonesia. Di Porprov saja belum dipertandingkan, tapi kami optimistis tahun ini Kejurnas bisa digelar," ujarnya.
Coach Raymond Mollet mengaku terkesan dengan potensi atlet Indonesia. Menurutnya, dalam lima hingga enam tahun ke depan, Indonesia berpeluang menjadi salah satu tim top di Asia.
"Potensi atlet di Indonesia khususnya di DKI Jakarta sangat bagus. Postur tubuh tidak menjadi hambatan di Korfball, yang terpenting adalah kecerdasan bermain, kelincahan, dan kemampuan bekerja sama dalam tim," kata Raymond.
Pelatih yang telah lama terlibat di kancah internasional ini berharap olahraga Korfball bisa lebih dikenal di seluruh Indonesia. Ia juga menargetkan agar Tim Nasional Indonesia dan tim DKI Jakarta dapat mengikuti lebih banyak kompetisi internasional dan bersaing dengan tim-tim papan atas dunia.
Lihat Juga :