Mengapa Nasib Mantan Pemain Timnas Indonesia Terlunta-lunta setelah Tidak Laku?
Senin, 11 Agustus 2025 - 12:50 WIB
Mantan kiper Timnas Indonesia Kurnia Meiga jualan kerupuk. Foto: Tangkapan Layar
JAKARTA - Kejayaan di lapangan hijau ternyata tidak selalu menjamin masa depan cerah bagi para mantan pemain Timnas Indonesia . Sejumlah nama besar seperti Evan Dimas, Titus Bonai, Bayu Gatra, hingga Kurnia Meiga kini menjalani hidup yang jauh berbeda dari masa keemasan mereka. Sebagian bahkan harus berjuang keras demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Fenomena ini mendapat sorotan dari Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Melly Goeslaw. Sebagai anggota Komisi X DPR RI yang membidangi olahraga, ia prihatin melihat mantan atlet, termasuk pesepak bola nasional, hidup dalam keterbatasan setelah pensiun.
“Saya sedih melihat masih banyak atlet yang hidup terlunta-lunta setelah pensiun. Padahal selama mereka berkarier, mereka sudah mengharumkan nama Indonesia,” ujarnya melalui akun Instagram @Baladmelly, Minggu (8/6/2025) lalu.
Baca Juga: Kondisi Mantan Pemain Timnas Indonesia: Evan Dimas Kurus, Tibo dan Bayu Gatra Main Tarkam
Melly menegaskan, pemerintah perlu memberi perhatian lebih kepada masa depan para mantan atlet, bukan hanya saat mereka masih aktif. Persoalan administratif, seperti rendahnya tingkat pendidikan akibat fokus latihan sejak usia dini, kerap menghambat mereka mencari pekerjaan layak.
Fenomena ini mendapat sorotan dari Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Melly Goeslaw. Sebagai anggota Komisi X DPR RI yang membidangi olahraga, ia prihatin melihat mantan atlet, termasuk pesepak bola nasional, hidup dalam keterbatasan setelah pensiun.
“Saya sedih melihat masih banyak atlet yang hidup terlunta-lunta setelah pensiun. Padahal selama mereka berkarier, mereka sudah mengharumkan nama Indonesia,” ujarnya melalui akun Instagram @Baladmelly, Minggu (8/6/2025) lalu.
Baca Juga: Kondisi Mantan Pemain Timnas Indonesia: Evan Dimas Kurus, Tibo dan Bayu Gatra Main Tarkam
Melly menegaskan, pemerintah perlu memberi perhatian lebih kepada masa depan para mantan atlet, bukan hanya saat mereka masih aktif. Persoalan administratif, seperti rendahnya tingkat pendidikan akibat fokus latihan sejak usia dini, kerap menghambat mereka mencari pekerjaan layak.
Lihat Juga :