Mengapa Nasib Mantan Pemain Timnas Indonesia Terlunta-lunta setelah Tidak Laku?

Senin, 11 Agustus 2025 - 12:50 WIB
“Banyak yang tidak punya ijazah, bahkan tidak lulus SD atau SMP. Setelah tidak jadi atlet, mereka kesulitan saat ingin bekerja di luar dunia olahraga,” tambahnya.

Dari Stadion Megah ke Liga Tarkam

Evan Dimas, yang pernah dijuluki wonderkid dan memimpin Timnas U-19 di Piala AFF 2013, kini memilih menetap di Tulungagung dan fokus melatih anak-anak di SSB Saraswati. Ia mengaku jarang berlatih dan sudah lama tak berlaga di kompetisi profesional.

Lain lagi dengan Titus Bonai. Mantan striker Timnas yang pernah bersinar di Liga 1 itu kini rutin mengikuti turnamen antar kampung atau Liga Tarkam di berbagai daerah untuk menambah penghasilan. Bayu Gatra dan Oktavianus Maniani juga pernah terjun ke ajang serupa. Bagi mereka, hadiah uang dari turnamen lokal menjadi penopang hidup di tengah sulitnya mendapat kontrak profesional.

Kisah Pilu Kurnia Meiga

Kiper andalan Timnas, Kurnia Meiga, bahkan harus pensiun dini akibat papilledema, penyakit pada mata yang mengancam penglihatannya. Kini, ia bertahan hidup dengan berjualan emping dan jersey lewat media sosial, sambil aktif membuat konten di TikTok dan YouTube.

Fenomena ini menunjukkan betapa rapuhnya karier di dunia sepak bola jika tidak diimbangi dengan manajemen keuangan dan perencanaan masa depan. Dari stadion megah ke lapangan kampung, perjalanan hidup para mantan punggawa Garuda ini menjadi pelajaran berharga bagi generasi penerus dan perhatian pemerintah.
(sto)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!