Gregoria Mariska Coba Berdamai dengan Kondisi Vertigo Jelang Kejuaraan Dunia 2025
Senin, 11 Agustus 2025 - 21:54 WIB
Gregoria Mariska Coba Berdamai dengan Kondisi Vertigo Jelang Kejuaraan Dunia 2025. Foto: PBSI
JAKARTA - Pebulutangkis tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung , mencoba berdamai dengan kondisi vertigo yang menghantuinya jelang Kejuaraan Dunia 2025. Gregoria juga menegaskan bahwa dirinya tidak kehilangan motivasi dalam mengarungi turnamen bergengsi tersebut.
Gregoria bergelut dengan vertigo. Penyakitnya itu membuatnya absen cukup lama karena harus menjalani penyembuhan. Kini, peraih medali perunggu Olimpiade Paris 2024 itu tengah memupuk kembali mental bertandingnya.
Menjelang Kejuaraan Dunia 2025, Gregoria mencoba untuk berdamai dengan kondisinya. Dia hanya ingin fokus kepada hal-hal yang dapat dikontrolnya saat ini.
"Kalau untuk sekarang aku ingin coba berdamai dengan kondisi itu dan fokus pada hal-hal yang bisa dikontrol saja. Seperti stres-ku karena itu pengaruh juga, dan makan juga harus lebih teratur karena saat cek dokter asam lambung juga sudah parah," kata Gregoria saat ditemui di Pelatnas PBSI Cipayung, dikutip Senin (11/8/2025).
Pemain kelahiran Wonogiri itu mengaku bahwa diirnya sempat kena mental saat harus menjalani masa penyembuhan. Sebab, Gregoria tidak bisa melakukan kegiatan seperti biasanya.
Seiring berjalannya waktu, Gregoria pun akhirnya mendapatkan kesempatan bermain di ajang Japan Open dan China Open. Meski hasilnya belum memuaskan, tapi pemain berusia 26 tahun itu sangat senang karena bisa kembali merasakan atmosfer pertandingan.
Gregoria bergelut dengan vertigo. Penyakitnya itu membuatnya absen cukup lama karena harus menjalani penyembuhan. Kini, peraih medali perunggu Olimpiade Paris 2024 itu tengah memupuk kembali mental bertandingnya.
Menjelang Kejuaraan Dunia 2025, Gregoria mencoba untuk berdamai dengan kondisinya. Dia hanya ingin fokus kepada hal-hal yang dapat dikontrolnya saat ini.
"Kalau untuk sekarang aku ingin coba berdamai dengan kondisi itu dan fokus pada hal-hal yang bisa dikontrol saja. Seperti stres-ku karena itu pengaruh juga, dan makan juga harus lebih teratur karena saat cek dokter asam lambung juga sudah parah," kata Gregoria saat ditemui di Pelatnas PBSI Cipayung, dikutip Senin (11/8/2025).
Pemain kelahiran Wonogiri itu mengaku bahwa diirnya sempat kena mental saat harus menjalani masa penyembuhan. Sebab, Gregoria tidak bisa melakukan kegiatan seperti biasanya.
Seiring berjalannya waktu, Gregoria pun akhirnya mendapatkan kesempatan bermain di ajang Japan Open dan China Open. Meski hasilnya belum memuaskan, tapi pemain berusia 26 tahun itu sangat senang karena bisa kembali merasakan atmosfer pertandingan.
Lihat Juga :