Jadi Tuan Rumah, Indonesia Bidik Juara Umum Asian Cup Woodball Championship 2025
Rabu, 13 Agustus 2025 - 19:08 WIB
"Optimis banget, ya. Saya sangat optimis karena saya melihat persiapan teman-teman atlet. Jadi, kami sudah mendampingi. Secara skill teman-teman ini luar biasa. Mereka berlatih hampir setiap hari," kata Aang kepada wartawan termasuk iNews Media Group, Rabu (13/8/2025)
"Dengan pembiayaan ala kadarnya tapi mereka tetap fight. Dari situ saya sudah melihat militan itu teman-teman. Jadi, kalau mereka aja sudah mempersiapkan diri kayak gitu dan saya lihat hasil dari beberapa Open. Kita dari World Cup, dari tahun lalu tuh ada World Cup kita juara. Jadi, saya yakin target harus juara umum di Asian Cup," sambungnya.
Lebih lanjut, Aang bercerita bagaimana perjuangan Indonesia bisa terpilih sebagai tuan rumah edisi ke-13. Hal tersebut tak luput dari konsep berbeda yang IWbA sajikan.
"Jadi, pada saat General Assembly 2 tahun lalu, bidding siapa yang mau, ada berapa negara, tapi kami meyakinkan bahwa Indonesia belum pernah loh. Boleh nggak kasih kesempatan buat Indonesia ambil? Kita mau bikin sesuatu yang berbeda deh, pokoknya. Akhirnya diadu konsep. Karena venue-nya kebetulan di JSI maka kita menggambarkan, seandainya lapangan football itu seperti di track otomotif," ujarnya.
"Jadi, ada off-road-nya, ada perjalanan dalam kotanya, ada track sirkuitnya, F1-nya. Kenapa? Karena itu tergambarkan di 3 lapangan yang nanti kita buat. Jadi, ada yang lapangan yang bener-bener turun-naik gitu kayak off-road, ada yang landai, ada lagi yang memang di sirkuit," tambah dia.
"Dengan pembiayaan ala kadarnya tapi mereka tetap fight. Dari situ saya sudah melihat militan itu teman-teman. Jadi, kalau mereka aja sudah mempersiapkan diri kayak gitu dan saya lihat hasil dari beberapa Open. Kita dari World Cup, dari tahun lalu tuh ada World Cup kita juara. Jadi, saya yakin target harus juara umum di Asian Cup," sambungnya.
Lebih lanjut, Aang bercerita bagaimana perjuangan Indonesia bisa terpilih sebagai tuan rumah edisi ke-13. Hal tersebut tak luput dari konsep berbeda yang IWbA sajikan.
"Jadi, pada saat General Assembly 2 tahun lalu, bidding siapa yang mau, ada berapa negara, tapi kami meyakinkan bahwa Indonesia belum pernah loh. Boleh nggak kasih kesempatan buat Indonesia ambil? Kita mau bikin sesuatu yang berbeda deh, pokoknya. Akhirnya diadu konsep. Karena venue-nya kebetulan di JSI maka kita menggambarkan, seandainya lapangan football itu seperti di track otomotif," ujarnya.
"Jadi, ada off-road-nya, ada perjalanan dalam kotanya, ada track sirkuitnya, F1-nya. Kenapa? Karena itu tergambarkan di 3 lapangan yang nanti kita buat. Jadi, ada yang lapangan yang bener-bener turun-naik gitu kayak off-road, ada yang landai, ada lagi yang memang di sirkuit," tambah dia.
Lihat Juga :