Muhammad Ali Cerita Sonny Liston Membuat Matanya Setengah Buta

Kamis, 28 Agustus 2025 - 08:48 WIB
"Yang terberat adalah pertarungan saya dengan Sonny Liston, ketika saya memenangkan gelar pada tahun 1964," katanya. ''Saya masih muda dan sangat mengagumi bakat Liston. Dia bisa melakukan hampir segalanya kecuali menari. Tapi di luar diri saya, belum pernah ada petinju kelas berat yang benar-benar bisa menari. Liston punya jab yang luar biasa, bisa memukul dengan kedua tangan, cerdas di atas ring, dan sekuat petinju kelas berat mana pun yang pernah saya lihat.''

"Dia juga jelek. Di dalam dan di luar ring. Menjadi underdog besar dan bertingkah gila saat penimbangan membuat semua orang berpikir saya ketakutan setengah mati. Sonny keluar saat bel berbunyi, ingin menjatuhkan saya. Saya bergerak dan bertahan, tahu bahwa saya mulai menguasai diri di ronde kedua. Tapi si 'Beruang' selalu berbahaya. Menguntit, melotot, kejam. Sekitar ronde keempat, mata saya mulai perih. Akhirnya, ketika saya kembali ke sudut saya, saya tidak bisa melihat sama sekali.''

"Saya pikir Liston memakai sesuatu di sarung tinjunya dan meminta Angelo (Dundee) untuk memotong sarung tinju saya.

"Dia tidak melakukannya, tapi dia mencuci mata saya sampai bersih, memeriksa sudut Liston, berbicara dengan wasit, dan mencoba mengulur waktu lebih lama.''

"Bel berbunyi, tetapi mata saya masih terasa panas dan berair. Angelo menepuk pantat saya dengan kuat dan berkata, 'teruslah bergerak'. Dengan mata setengah buta, hanya melihat sosok raksasa yang samar datang ke arah saya, saya naik ke sepeda.''

"Untungnya, saya punya cukup insting, kecepatan, dan, ya, rasa takut, untuk mencegah Liston mengejar saya sampai mata saya mulai jernih. Saya rasa dia menghabiskan banyak waktu mengejar saya dan gagal melancarkan pukulan-pukulan keras itu. Dia lelah, dan saya tahu saya telah mendapatkan kembali kendali.''
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!