Pemain Timnas Indonesia Mees Hilgers Disebut Jadi Korban Perundungan di FC Twente
Rabu, 24 September 2025 - 09:14 WIB
Situasi ini membuat asosiasi pemain ramai-ramai buka suara. Louis Everard dari VVCS menyebut, FC Twente telah menyalahgunakan kekuasaan dan melakukan perundungan kepada Mees.
"Sepertinya klub menyalahgunakan posisi dominannya," kata Everard dikutip dari Twente Insite, Rabu (24/9/2025).
"Fakta bahwa ia (Mees Hilgers) tidak akan bermain sampai kontraknya diperbarui telah diakui secara terbuka. Ini pada dasarnya perundungan. Ini tidak sesuai dengan praktik ketenagakerjaan yang baik, dan saya pikir ada masalah hukum terkait hal ini," tambah Everard.
Senada dengan VVCS, Direktur ProProf, Ko Andriessen juga menilai FC Twente telah melakukan tekanan berlebihan kepada Mees. Menurutnya, adalah hal yang wajar jika Mees tidak dimainkan karena alasan taktik. Namun, seperti diketahui, sang pelatih tak memainkannya lantaran tekanan dari manajemen.
"FC Twente memberikan tekanan yang tidak semestinya kepada Hilgers untuk memperpanjang kontraknya. Hal itu sering terjadi di sepak bola, tentu saja. Wajar jika klub bisa lolos begitu saja asalkan mereka menunjukkan bahwa mereka tidak memasukkan seorang pemain ke dalam skuad karena alasan olahraga," tutur Andriessen.
"Sepertinya klub menyalahgunakan posisi dominannya," kata Everard dikutip dari Twente Insite, Rabu (24/9/2025).
"Fakta bahwa ia (Mees Hilgers) tidak akan bermain sampai kontraknya diperbarui telah diakui secara terbuka. Ini pada dasarnya perundungan. Ini tidak sesuai dengan praktik ketenagakerjaan yang baik, dan saya pikir ada masalah hukum terkait hal ini," tambah Everard.
Senada dengan VVCS, Direktur ProProf, Ko Andriessen juga menilai FC Twente telah melakukan tekanan berlebihan kepada Mees. Menurutnya, adalah hal yang wajar jika Mees tidak dimainkan karena alasan taktik. Namun, seperti diketahui, sang pelatih tak memainkannya lantaran tekanan dari manajemen.
"FC Twente memberikan tekanan yang tidak semestinya kepada Hilgers untuk memperpanjang kontraknya. Hal itu sering terjadi di sepak bola, tentu saja. Wajar jika klub bisa lolos begitu saja asalkan mereka menunjukkan bahwa mereka tidak memasukkan seorang pemain ke dalam skuad karena alasan olahraga," tutur Andriessen.
Lihat Juga :