Demi Kualitas Pembinaan: 30 Pelatih di Kudus Ikuti Sertifikasi Lisensi D PSSI
Sabtu, 04 Oktober 2025 - 16:06 WIB
Materi teori meliputi Filosofi Sepak Bola Indonesia (Filanesia), peran pelatih, prinsip bertahan dan menyerang, hingga game management. Di sesi praktik, para pelatih langsung mengaplikasikan ilmu dengan melibatkan atlet sebagai peraga. Fokus utama, seperti ditekankan oleh Coach Hanafing, adalah teknik dasar.
"Lisensi D adalah pintu masuk bagi siapa pun yang ingin serius berkarier di dunia kepelatihan sepak bola. Untuk melatih atlet usia dini, faktor paling utama adalah teknik," tegas Coach Hanafing Ibrahim.
Ia menyampaikan enam teknik dasar penting: passing, control, dribbling, running with the ball, heading, dan scoring. "Pelatih hebat akan melahirkan pemain yang hebat pula," pungkasnya.
Salah satu peserta, Just Nurkha Habibi, seorang guru olahraga dari SD Muhammadiyah Birrul Walidain, mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini. "Biasanya biaya lisensi sangat mahal dan sulit dijangkau. Ini harga terjangkau murah untuk ilmu yang sangat mahal. Kami bisa belajar langsung dari instruktur PSSI," ungkap Just.
Ia berharap ilmu yang didapatkannya dapat segera diterapkan untuk membimbing anak didiknya agar bermain bola dengan lebih baik dan disiplin. Diharapkan, program ini menjadi langkah awal bagi para pelatih di Kudus untuk terus meningkatkan kompetensi hingga ke lisensi yang lebih tinggi.
"Lisensi D adalah pintu masuk bagi siapa pun yang ingin serius berkarier di dunia kepelatihan sepak bola. Untuk melatih atlet usia dini, faktor paling utama adalah teknik," tegas Coach Hanafing Ibrahim.
Ia menyampaikan enam teknik dasar penting: passing, control, dribbling, running with the ball, heading, dan scoring. "Pelatih hebat akan melahirkan pemain yang hebat pula," pungkasnya.
Salah satu peserta, Just Nurkha Habibi, seorang guru olahraga dari SD Muhammadiyah Birrul Walidain, mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini. "Biasanya biaya lisensi sangat mahal dan sulit dijangkau. Ini harga terjangkau murah untuk ilmu yang sangat mahal. Kami bisa belajar langsung dari instruktur PSSI," ungkap Just.
Ia berharap ilmu yang didapatkannya dapat segera diterapkan untuk membimbing anak didiknya agar bermain bola dengan lebih baik dan disiplin. Diharapkan, program ini menjadi langkah awal bagi para pelatih di Kudus untuk terus meningkatkan kompetensi hingga ke lisensi yang lebih tinggi.
(yov)
Lihat Juga :