Gala Karya 2025 Kembali Digelar, Lahirkan Ajat Sudrajat Baru
Minggu, 05 Oktober 2025 - 13:05 WIB
Gala Karya memiliki akar sejarah yang kuat. Tercatat, program PSSI yang dimulai pada tahun 1978 ini berhasil melahirkan nama-nama besar yang menjadi tulang punggung Timnas Indonesia, seperti Ajat Sudrajat, Robby Darwis, Rully Nere, hingga Ribut Waidi. Turnamen ini diharapkan dapat kembali menjadi kawah candradimuka untuk talenta terpendam dari lingkungan korporasi.
Pandangan strategis turut disampaikan Gema Sasmita, Pembina Yayasan Gala Karya Indonesia dan pengurus KADIN Bidang Perencanaan Nasional. Menurutnya, Gala Karya adalah investasi terbaik bagi perusahaan.
"Gala Karya bukan sekadar turnamen, ini adalah platform strategis untuk mendukung program pemerintah dan sektor industri secara simultan. Investasi terbaik bagi sebuah korporasi adalah sumber daya manusia yang bugar dan produktif," kata Gema.
Gema menambahkan bahwa semangat sportivitas dan kerja sama tim yang terbentuk di lapangan akan berkontribusi langsung pada peningkatan kinerja dan budaya perusahaan, sejalan dengan semangat gotong royong pembangunan nasional. Meskipun mendapat dukungan dari Kemenpora, PSSI, dan Dispora DKI Jakarta, penyelenggaraan Gala Karya 2025 ini masih bersifat mandiri yang didanai dari uang pendaftaran peserta.
Konsekuensinya, belum ada hadiah uang pembinaan bagi tim juara. Namun, tim pemenang tetap akan memperoleh Piala Bergilir, Piala Tetap, medali, dan sertifikat, serta penghargaan individu bagi pemain terbaik, menjadikannya ajang yang penuh gengsi dan kehormatan di kalangan korporasi.
Pandangan strategis turut disampaikan Gema Sasmita, Pembina Yayasan Gala Karya Indonesia dan pengurus KADIN Bidang Perencanaan Nasional. Menurutnya, Gala Karya adalah investasi terbaik bagi perusahaan.
"Gala Karya bukan sekadar turnamen, ini adalah platform strategis untuk mendukung program pemerintah dan sektor industri secara simultan. Investasi terbaik bagi sebuah korporasi adalah sumber daya manusia yang bugar dan produktif," kata Gema.
Gema menambahkan bahwa semangat sportivitas dan kerja sama tim yang terbentuk di lapangan akan berkontribusi langsung pada peningkatan kinerja dan budaya perusahaan, sejalan dengan semangat gotong royong pembangunan nasional. Meskipun mendapat dukungan dari Kemenpora, PSSI, dan Dispora DKI Jakarta, penyelenggaraan Gala Karya 2025 ini masih bersifat mandiri yang didanai dari uang pendaftaran peserta.
Konsekuensinya, belum ada hadiah uang pembinaan bagi tim juara. Namun, tim pemenang tetap akan memperoleh Piala Bergilir, Piala Tetap, medali, dan sertifikat, serta penghargaan individu bagi pemain terbaik, menjadikannya ajang yang penuh gengsi dan kehormatan di kalangan korporasi.
(yov)
Lihat Juga :