Pengamat: Patrick Kluivert Gabung Timnas Indonesia di Waktu yang Salah
Sabtu, 18 Oktober 2025 - 07:14 WIB
“Kluivert datang ke timnas Indonesia pada momen yang kurang tepat. Ia datang saat timnas sedang dalam fase yang sangat krusial menuju Piala Dunia. Dan ia tidak punya cukup pengalaman kepelatihan maupun manajerial menghadapi situasi kritis seperti itu,” kata Kusnaeni kepada iNews Media Group, dikutip Jumat (17/10/2025).
“Ekspektasi publik sangat besar terhadap keberhasilan timnas. Ditambah lagi Kluivert menggantikan pelatih sebelumnya yang disukai oleh publik dan dianggap cukup berhasil. Sayangnya Kluivert gagal memenuhi ekspektasi publik itu. Secara prestasi, ia cuma mempersembahkan dua kemenangan dari enam laga resmi. Tidak meyakinkan,” sambungnya.
Selain itu, Kusnaeni menilai, Kluivert tidak bisa membawa perubahan untuk Timnas Indonesia. Menurutnya, Skuad Garuda masih dihantui masalah yang sama.
“Secara permainan, Kluivert juga tidak mampu memberi warna baru atau meningkatkan level permainan timnas. Bisa dibilang, di tangan Kluivert timnas masih berkutat di lubang yang sama: kurang tajam, kurang kreatif, dan sering bikin kesalahan sendiri,” terang Kusnaeni.
Sebagaimana diketahui, selain Kluivert, PSSI juga menghentikan kerjasama dengan tim kepelatihannya yang berasal dari Belanda. Seperti Alex Pastoor, Denny Landzaat, Gerald Vanenburg, hingga Frank Van Kempen. Dengan begitu, kekosongan terjadi pada kursi pelatih kepala Timnas Indonesia mulai dari level senior hingga U-20.
“Ekspektasi publik sangat besar terhadap keberhasilan timnas. Ditambah lagi Kluivert menggantikan pelatih sebelumnya yang disukai oleh publik dan dianggap cukup berhasil. Sayangnya Kluivert gagal memenuhi ekspektasi publik itu. Secara prestasi, ia cuma mempersembahkan dua kemenangan dari enam laga resmi. Tidak meyakinkan,” sambungnya.
Selain itu, Kusnaeni menilai, Kluivert tidak bisa membawa perubahan untuk Timnas Indonesia. Menurutnya, Skuad Garuda masih dihantui masalah yang sama.
“Secara permainan, Kluivert juga tidak mampu memberi warna baru atau meningkatkan level permainan timnas. Bisa dibilang, di tangan Kluivert timnas masih berkutat di lubang yang sama: kurang tajam, kurang kreatif, dan sering bikin kesalahan sendiri,” terang Kusnaeni.
Sebagaimana diketahui, selain Kluivert, PSSI juga menghentikan kerjasama dengan tim kepelatihannya yang berasal dari Belanda. Seperti Alex Pastoor, Denny Landzaat, Gerald Vanenburg, hingga Frank Van Kempen. Dengan begitu, kekosongan terjadi pada kursi pelatih kepala Timnas Indonesia mulai dari level senior hingga U-20.
(sto)
Lihat Juga :