Kuasai Semua Kategori ITCR 1200, Honda Racing Indonesia Lanjutkan Dominasi
Senin, 27 Oktober 2025 - 16:40 WIB
Pasalnya, Alvin melenggang mulus tanpa beban sejak start. Ia melaju kencang sendiri di posisi pertama memberi bukti kalau Honda Civic Type R yang dipacunya masih yang terbaik diantara mobil-mobil bertenaga besar lainnya.
Pertarungan di kelas ini juga cukup menarik perhatian penonton lantaran para pembalap tampil dengan mobil berperforma tinggi dengan raungannya di lintasan yang cukup menggelegar. Tapi, Alvin bermain tenang hingga menyudahi 12 lap di posisi pertama dengan waktu 23 menit 05,786 detik dengan fastest lap 1:52,793 dan kecepatan puncak mencapai 193,20 km/jam tercepat dari seluruh kelas kejurnas ITCR. Alvin jelas bangga lantaran Honda Civic Type R nya mampu mempertajam rekor meski hanya 0,1 detik dari 1:52,8 menjadi 1:52,7.
"Kami melakukan semua yang kami bisa dan dukungan kendaraan sangat mumpuni sehingga bisa mempersembahkan hasil terbaik. Semoga ini bisa terus dipertahankan," tutur Alvin bangga. Posisi kedua di kelas ini diisi Apip Ginanjar disusul Teddy Darmansyah. Posisi empat dan lima ditempati Muhammad Iqbal dan Hendra Kamdani.
Di kelas ITCR 1500, Avila Bahar belum bisa tampil penuh dan harus keluar lintasan lebih awal lantaran ditabrak pembalap lain hingga pecah ban. Jebolan Vokasi Universitas Indonesia ini berharap akan memperbaikinya di dua seri terakhir pada 13-14 Desember mendatang. Yang lebih menakjubkan adalah kehadiran ibunda Alvin dan Oma dari Avila, Evi Bahar Laloan yang hadir di Mandalika sejak awal.
Evi yang sudah puluhan tahun bermukim di Belanda memilih hadir langsung di Mandalika guna mendukung anak dan cucunya di balapan. Mantan pembalap era 70-80 an bersama suaminya (alm) Aswin Bahar ini mengaku bangga dengan putra dan cucunya Alvin dan Avila Bahar yang masih meneruskan karir ia dan alm. suaminya di lintasan balap. “Saya senang sekali mensupport mereka, apalagi keduanya terus bersama Honda, pabrikan yang membesarkan saya dan Aswin. Syukur mereka menang terus,” tutur Evi yang akan kembali ke Belanda paro November nanti.
Pertarungan di kelas ini juga cukup menarik perhatian penonton lantaran para pembalap tampil dengan mobil berperforma tinggi dengan raungannya di lintasan yang cukup menggelegar. Tapi, Alvin bermain tenang hingga menyudahi 12 lap di posisi pertama dengan waktu 23 menit 05,786 detik dengan fastest lap 1:52,793 dan kecepatan puncak mencapai 193,20 km/jam tercepat dari seluruh kelas kejurnas ITCR. Alvin jelas bangga lantaran Honda Civic Type R nya mampu mempertajam rekor meski hanya 0,1 detik dari 1:52,8 menjadi 1:52,7.
"Kami melakukan semua yang kami bisa dan dukungan kendaraan sangat mumpuni sehingga bisa mempersembahkan hasil terbaik. Semoga ini bisa terus dipertahankan," tutur Alvin bangga. Posisi kedua di kelas ini diisi Apip Ginanjar disusul Teddy Darmansyah. Posisi empat dan lima ditempati Muhammad Iqbal dan Hendra Kamdani.
Di kelas ITCR 1500, Avila Bahar belum bisa tampil penuh dan harus keluar lintasan lebih awal lantaran ditabrak pembalap lain hingga pecah ban. Jebolan Vokasi Universitas Indonesia ini berharap akan memperbaikinya di dua seri terakhir pada 13-14 Desember mendatang. Yang lebih menakjubkan adalah kehadiran ibunda Alvin dan Oma dari Avila, Evi Bahar Laloan yang hadir di Mandalika sejak awal.
Evi yang sudah puluhan tahun bermukim di Belanda memilih hadir langsung di Mandalika guna mendukung anak dan cucunya di balapan. Mantan pembalap era 70-80 an bersama suaminya (alm) Aswin Bahar ini mengaku bangga dengan putra dan cucunya Alvin dan Avila Bahar yang masih meneruskan karir ia dan alm. suaminya di lintasan balap. “Saya senang sekali mensupport mereka, apalagi keduanya terus bersama Honda, pabrikan yang membesarkan saya dan Aswin. Syukur mereka menang terus,” tutur Evi yang akan kembali ke Belanda paro November nanti.
(sto)
Lihat Juga :