Mengenal FIFA Series 2026: Kesempatan Timnas Indonesia Naik Level
Minggu, 23 November 2025 - 11:39 WIB
“Dengan menghadapi lawan dari luar Asia secara rutin, pemain akan terbiasa secara mental dan teknis. Ini jalan terjal, tetapi juga peluang membangun tim yang tangguh dan siap bersaing di level dunia.”
Dalam FIFA Series 2026, Indonesia akan menjamu negara-negara peserta dari lima konfederasi di luar Asia, yang akan ditentukan kemudian oleh FIFA.
FIFA Series merupakan program dua tahunan yang digagas FIFA untuk memperbanyak pertandingan antarkonfederasi, memberi pengalaman internasional yang lebih kaya bagi tim nasional, membantu negara-negara berkembang mendapatkan lawan berkualitas dari berbagai belahan dunia.
Dalam edisi perdana tahun 2024, tuan rumahnya mencakup Aljazair, Azerbaijan, Mesir, Arab Saudi, dan Sri Lanka—dan format tersebut dinilai sukses.
Melalui FIFA Series, Timnas Indonesia berpeluang menghadapi beragam karakter permainan: fisik kuat ala wakil Afrika, disiplin taktis khas tim Eropa, kreativitas tinggi dari Amerika Selatan, agresivitas dan kecepatan tim CONCACAF, hingga gaya permainan dari Oseania.
Pengalaman lintas benua inilah yang selama ini sulit didapat Indonesia, mengingat mayoritas lawan Garuda berasal dari kawasan Asia.
Dalam FIFA Series 2026, Indonesia akan menjamu negara-negara peserta dari lima konfederasi di luar Asia, yang akan ditentukan kemudian oleh FIFA.
Apa Itu FIFA Series?
FIFA Series merupakan program dua tahunan yang digagas FIFA untuk memperbanyak pertandingan antarkonfederasi, memberi pengalaman internasional yang lebih kaya bagi tim nasional, membantu negara-negara berkembang mendapatkan lawan berkualitas dari berbagai belahan dunia.
Dalam edisi perdana tahun 2024, tuan rumahnya mencakup Aljazair, Azerbaijan, Mesir, Arab Saudi, dan Sri Lanka—dan format tersebut dinilai sukses.
Melalui FIFA Series, Timnas Indonesia berpeluang menghadapi beragam karakter permainan: fisik kuat ala wakil Afrika, disiplin taktis khas tim Eropa, kreativitas tinggi dari Amerika Selatan, agresivitas dan kecepatan tim CONCACAF, hingga gaya permainan dari Oseania.
Pengalaman lintas benua inilah yang selama ini sulit didapat Indonesia, mengingat mayoritas lawan Garuda berasal dari kawasan Asia.
Lihat Juga :