Hilmi Gimnastiar Pemain Liga 4 yang Lepaskan Tendangan Kungfu Terancam Sanksi Sepak Bola Seumur Hidup
Selasa, 06 Januari 2026 - 14:16 WIB
Ia menjelaskan, secara khusus dalam sepak bola, aturan terkait perilaku pemain dan sanksi pelanggaran tertuang dalam Kode Disiplin PSSI. Penegakan aturan secara tegas dinilai penting untuk mencegah terulangnya aksi-aksi brutal yang dapat merusak iklim kompetisi.
“Tujuan kami adalah membantu federasi menciptakan kondisi sepak bola yang sehat, berkembang dengan baik, dan tidak merugikan pihak lain. Pihak-pihak yang mengancam atmosfer kondusif ini tentu harus ditertibkan melalui sanksi yang tegas,” tegasnya.
Umar menyebut, bentuk sanksi dapat berupa teguran, denda, hingga hukuman berat demi menegakkan fair play dan rule of the game. Bahkan, untuk pelanggaran yang dinilai sangat serius dan membahayakan keselamatan lawan, hukuman ekstrem seperti larangan beraktivitas di sepak bola seumur hidup bisa dijatuhkan.
“Kami sebagai Komite Disiplin berkomitmen melindungi atlet dan olahraga. Untuk kejadian seperti ini, kami menilai harus dihukum seberat-beratnya, seperti larangan beraktivitas sepak bola seumur hidup.” kata Umar.
Lebih lanjut, Umar juga mengimbau seluruh Panitia Disiplin dan Komite Disiplin di semua tingkatan liga, baik pusat maupun daerah, agar tidak ragu menjatuhkan sanksi kepada pelaku pelanggaran keras. Ia mengingatkan bahwa dasar hukum penindakan tidak hanya berasal dari Kode Disiplin, tetapi juga diperkuat oleh Undang-Undang Sistem Keolahragaan Nasional.
“Tujuan kami adalah membantu federasi menciptakan kondisi sepak bola yang sehat, berkembang dengan baik, dan tidak merugikan pihak lain. Pihak-pihak yang mengancam atmosfer kondusif ini tentu harus ditertibkan melalui sanksi yang tegas,” tegasnya.
Umar menyebut, bentuk sanksi dapat berupa teguran, denda, hingga hukuman berat demi menegakkan fair play dan rule of the game. Bahkan, untuk pelanggaran yang dinilai sangat serius dan membahayakan keselamatan lawan, hukuman ekstrem seperti larangan beraktivitas di sepak bola seumur hidup bisa dijatuhkan.
“Kami sebagai Komite Disiplin berkomitmen melindungi atlet dan olahraga. Untuk kejadian seperti ini, kami menilai harus dihukum seberat-beratnya, seperti larangan beraktivitas sepak bola seumur hidup.” kata Umar.
Lebih lanjut, Umar juga mengimbau seluruh Panitia Disiplin dan Komite Disiplin di semua tingkatan liga, baik pusat maupun daerah, agar tidak ragu menjatuhkan sanksi kepada pelaku pelanggaran keras. Ia mengingatkan bahwa dasar hukum penindakan tidak hanya berasal dari Kode Disiplin, tetapi juga diperkuat oleh Undang-Undang Sistem Keolahragaan Nasional.
Lihat Juga :