5 Negara Besar Berpotensi Boikot Piala Dunia 2026, Buntut Kebijakan Luar Negeri AS
Kamis, 22 Januari 2026 - 12:06 WIB
Meski dikenal sebagai sekutu dekat AS, Inggris justru ikut terseret konflik akibat ancaman tarif impor sebesar 10 persen yang dilontarkan Washington. Tekanan ekonomi ini memicu reaksi keras dari Pemerintah Inggris, yang disebut mempertimbangkan segala opsi diplomatik, termasuk melalui jalur olahraga.
Dukungan suporter Inggris yang masif membuat potensi boikot dari The Three Lions menjadi ancaman serius bagi penyelenggara Piala Dunia 2026.
4. Skotlandia
Seruan boikot juga menggema di Skotlandia, seiring kebijakan tarif AS yang berdampak luas ke Eropa. Tekanan politik domestik mendorong wacana agar Timnas Skotlandia tidak berpartisipasi jika Piala Dunia 2026 terus dibayangi kepentingan geopolitik.
Bagi Skotlandia, Piala Dunia 2026 merupakan peluang langka untuk kembali tampil di panggung dunia setelah terakhir kali berlaga pada 1998.
5. Iran
Iran menjadi negara dengan konflik paling nyata. Federasi Sepak Bola Iran secara resmi memboikot acara drawing Piala Dunia 2026 setelah AS menolak visa sejumlah delegasinya. Tehran menilai tindakan tersebut sebagai intervensi politik yang melanggar komitmen FIFA.
Meski belum menarik diri dari turnamen utama, Iran menegaskan semua opsi terbuka jika diskriminasi visa terus berlanjut. Sebagai tim Asia yang konsisten lolos ke Piala Dunia dalam satu dekade terakhir, potensi absennya Iran akan menciptakan preseden berbahaya.
Dukungan suporter Inggris yang masif membuat potensi boikot dari The Three Lions menjadi ancaman serius bagi penyelenggara Piala Dunia 2026.
4. Skotlandia
Seruan boikot juga menggema di Skotlandia, seiring kebijakan tarif AS yang berdampak luas ke Eropa. Tekanan politik domestik mendorong wacana agar Timnas Skotlandia tidak berpartisipasi jika Piala Dunia 2026 terus dibayangi kepentingan geopolitik.
Bagi Skotlandia, Piala Dunia 2026 merupakan peluang langka untuk kembali tampil di panggung dunia setelah terakhir kali berlaga pada 1998.
5. Iran
Iran menjadi negara dengan konflik paling nyata. Federasi Sepak Bola Iran secara resmi memboikot acara drawing Piala Dunia 2026 setelah AS menolak visa sejumlah delegasinya. Tehran menilai tindakan tersebut sebagai intervensi politik yang melanggar komitmen FIFA.
Meski belum menarik diri dari turnamen utama, Iran menegaskan semua opsi terbuka jika diskriminasi visa terus berlanjut. Sebagai tim Asia yang konsisten lolos ke Piala Dunia dalam satu dekade terakhir, potensi absennya Iran akan menciptakan preseden berbahaya.
(sto)
Lihat Juga :