Panjat Tebing Indonesia Diterpa Isu Pelecehan Seksual, Coach Hendra Basir Dicopot Akhirnya Buka Mulut

Kamis, 26 Februari 2026 - 09:10 WIB
"Kalau nggak perform dan lain-lain, ada momen tertentu yang memang eh misalkan saya tempeleng pakai sepatu atau apa, ya kira-kira gitu. Jadi kalau memang itu dikatakan bahwa itu tindakan kekerasan, ya saya siap menerima konsekuensinya gitu," sambungnya.

Terkait dugaan pelecehan seksual, Hendra mengaku tidak memahami tindakan mana yang dimaksud. Dia menyebut dalam pendekatannya pernah memeluk dan mencium kening atlet putri saat dalam kondisi terpuruk untuk memberi dukungan. Hendra menegaskan, tidak ada maksud melecehkan seperti yang dituduhkan kepadanya.

"Ya sekali lagi sampai saat ini saya juga masih belum tahu tuduhan pelecehan seksualnya di bagian mananya gitu kan. Apakah itu dengan memeluk dan mencium kening itu adalah bagian dari pelecehan seksual? Itu ya saya nggak tahu. Karena memang pola pendekatan kepelatihan saya setiap kali harus saya lakuin kayak begitu tuh gitu," terang Hendra.

"Jadi tidak ada yang di-framing sekarang ini kan pelecehan seksual seperti kayak alat vital lah, segala macam payudara dan lain-lain dipegang, itu kan sangat jauh dari itu saya. Saya ya silakan saja ditanyakan. Yang jelas saya tidak melakukan hal-hal yang dituduhkan seperti yang di luar batas lah gitu," jelasnya menambahkan.

Hendra kemudian memaparkan kronologi yang menurutnya menjadi awal persoalan pada 15 Januari 2026. Pelatih panjat tebing itu mengaku menegur salah satu atlet senior yang dinilai berlatih secara arogan dan kurang menjaga etika.

"Di latihan juga ada standar batas lah, batas kewajaran itu boleh teriak atau apa. Dan itu sudah berkali-kali saya tegur, tapi ternyata tetep aja nggak berubah," ucap dia.

"Jadi, ya dari situ akhirnya kelihatan koalisi-koalisi dari mereka tuh. Kayak memang mungkin nggak nyaman dengan pola kepelatihan saya gitu. Akhirnya mereka ngadu lah langsung ke ini, ke Ibu Ketum," terangnya menambahkan.

Menurut Hendra, persoalan itu sebenarnya telah selesai dua hari setelah kejadian. Dia mengaku sudah berpamitan secara lisan kepada para atlet dan memilih pulang ke rumah pada 18 Januari 2026.

"Ya pokoknya saya sudah balik itu kurang lebih sudah lama, saya 18 Januari balik ke rumah gitu kan. Karena saya merasa kecewa karena tuduhan pelecehan seksual itu tuh. Yang di-framing sama temen-temen atlet senior gitu kan. Jadi saya bilang, saya mending pulanglah daripada berjuang buat negara tapi ujung-ujungnya diginiin gitu," tuturnya.

"Nah, dalam proses saya pulang ini, ternyata di tanggal 28 Januari rame tuh. Nah, baru tanggal 13 Februari saya dapat surat itu, surat penonaktifan, yang tertandatangan di tanggal 9 Februari. Artinya bisa saja surat itu beredar dulu sebelum saya terima gitu kan," tambahnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!