Media Belanda Bongkar Penyebab Dean James Batal Gabung Timnas Indonesia
Kamis, 26 Maret 2026 - 14:53 WIB
Sumardji menjelaskan pembatalan Dean James dilakukan dengan tujuan menjaga mental pemain. Tujuannya agar tidak ada satu-satunya pemain yang tak masuk line-up dan hanya menjadi nonton di tribune. Sebab regulasi yang ada hanya mengizinkan 23 pemain untuk masuk dan line-up, maka pencoretan terpaksa dilakukan.
Namun di sisi lain, Destentor justru mengungkap bahwa Dean James sedang sakit. Media Belanda itu mendapatkan laporan dari Direktur Go Ahead Eagles, Jan Willem van Dop.
"Direktur Go Ahead Eagles, Jan Willem van Dop, melaporkan bahwa James sedang sakit sehingga tidak ikut bepergian," tulis laporan De Stentor, dipetik Kamis (26/3/2026).
Menariknya, pencoretan Dean James ini bertepatan dengan persoalan paspor. Masalah paspor muncul setelah NAC Breda, klub yang dikalahkan Go Ahead Eagles (0-6). Mereka menduga pemain berlabel Timnas Indonesia itu tidak memiliki izin kerja karena statusnya sebagai Warga Negara Indonesia )WNI).
NAC Breda melaporkan masalah itu ke Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB) dan meminta agar pertandingan melawan Go Ahead Eagles (6-0) diulang karena tidak sah. Tapi sampai saat ini masih dalam investigasi dan belum ada keputusan final.
Namun di sisi lain, Destentor justru mengungkap bahwa Dean James sedang sakit. Media Belanda itu mendapatkan laporan dari Direktur Go Ahead Eagles, Jan Willem van Dop.
"Direktur Go Ahead Eagles, Jan Willem van Dop, melaporkan bahwa James sedang sakit sehingga tidak ikut bepergian," tulis laporan De Stentor, dipetik Kamis (26/3/2026).
Menariknya, pencoretan Dean James ini bertepatan dengan persoalan paspor. Masalah paspor muncul setelah NAC Breda, klub yang dikalahkan Go Ahead Eagles (0-6). Mereka menduga pemain berlabel Timnas Indonesia itu tidak memiliki izin kerja karena statusnya sebagai Warga Negara Indonesia )WNI).
NAC Breda melaporkan masalah itu ke Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB) dan meminta agar pertandingan melawan Go Ahead Eagles (6-0) diulang karena tidak sah. Tapi sampai saat ini masih dalam investigasi dan belum ada keputusan final.
(sto)
Lihat Juga :