DBL Super Teacher: Apresiasi untuk Guru di Balik Layar Prestasi
Kamis, 07 Mei 2026 - 17:00 WIB
Program DBL Super Teacher dibuka secara gratis bagi seluruh guru di tanah air. Melalui proses seleksi yang ketat, para peserta terpilih akan mendapatkan pelatihan intensif dan pengalaman belajar hingga ke luar negeri / Foto: Ist
JAKARTA - Kolaborasi strategis tercipta antara Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dengan DBL Indonesia. Bukan sekadar seremonial, kerja sama ini melahirkan program inovatif bertajuk DBL Super Teacher, sebuah inisiatif untuk meningkatkan kapasitas sekaligus memberikan apresiasi tertinggi bagi para guru di seluruh Indonesia.
Program ini mendapat lampu hijau langsung dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, saat menerima audiensi Founder sekaligus CEO DBL Indonesia, Azrul Ananda, di Kantor Kemendikdasmen, Rabu (6/5/2026). "Program ini sangat penting untuk peningkatan kualitas dan kapasitas guru kita," tegas Abdul Mu’ti menyambut positif inisiatif tersebut.
Selama lebih dari dua dekade, DBL Indonesia telah menjadi kawah candradimuka bagi ribuan pelajar-atlet dari Aceh hingga Papua. Namun, ada satu aturan yang tak pernah goyah sejak 2004: setiap tim wajib didampingi guru.
Di balik gemerlap skor dan trofi, ada sosok guru yang setia di pinggir lapangan. Mereka bukan sekadar pendamping formalitas, melainkan sosok yang membantu pelatih membaca permainan hingga menjadi motivator saat mental pemain jatuh.
"Peran guru sangat krusial. Tanpa mereka, program pelajar-atlet kami tidak akan bisa sebesar sekarang. Kini saatnya kami ikut mewujudkan mimpi para guru yang selama ini mendampingi mereka," ungkap Azrul Ananda.
Program ini mendapat lampu hijau langsung dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, saat menerima audiensi Founder sekaligus CEO DBL Indonesia, Azrul Ananda, di Kantor Kemendikdasmen, Rabu (6/5/2026). "Program ini sangat penting untuk peningkatan kualitas dan kapasitas guru kita," tegas Abdul Mu’ti menyambut positif inisiatif tersebut.
Selama lebih dari dua dekade, DBL Indonesia telah menjadi kawah candradimuka bagi ribuan pelajar-atlet dari Aceh hingga Papua. Namun, ada satu aturan yang tak pernah goyah sejak 2004: setiap tim wajib didampingi guru.
Di balik gemerlap skor dan trofi, ada sosok guru yang setia di pinggir lapangan. Mereka bukan sekadar pendamping formalitas, melainkan sosok yang membantu pelatih membaca permainan hingga menjadi motivator saat mental pemain jatuh.
"Peran guru sangat krusial. Tanpa mereka, program pelajar-atlet kami tidak akan bisa sebesar sekarang. Kini saatnya kami ikut mewujudkan mimpi para guru yang selama ini mendampingi mereka," ungkap Azrul Ananda.
Lihat Juga :