Paris Mencekam, Ratusan Suporter PSG Diamankan Polisi dalam Perayaan Gelar Liga Champions
Minggu, 31 Mei 2026 - 14:53 WIB
Usai PSG memastikan kemenangan, suasana berubah menjadi pesta massal. Namun, euforia di beberapa titik kota berkembang menjadi aksi ricuh yang melibatkan kelompok suporter dan aparat kepolisian.
Media Prancis menayangkan sejumlah rekaman yang memperlihatkan bentrokan singkat, aksi perusakan fasilitas, hingga kejar-kejaran antara polisi dan massa di jalanan Paris. Asap juga terlihat membumbung di beberapa lokasi saat kerusuhan terjadi.
Hingga sekitar pukul 23.00 waktu setempat, aparat keamanan dilaporkan telah mengamankan lebih dari 130 orang. Polisi sebelumnya memang sudah menyiapkan pengamanan ketat dengan mengerahkan ribuan personel untuk mengantisipasi gangguan selama final Liga Champions berlangsung.
Selain penangkapan, aparat mencatat sedikitnya enam kendaraan dan dua bangunan toko mengalami kerusakan akibat kericuhan tersebut. Sejumlah suporter juga dilaporkan menyalakan flare dan kembang api, bahkan ada yang mengarahkannya ke petugas keamanan.
Untuk membubarkan massa, polisi antihuru-hara menggunakan gas air mata. Dalam beberapa video yang beredar di media sosial, petugas tampak mengejar kelompok pendukung yang dianggap memicu keributan sambil memadamkan flare yang dibuang di jalan.
Media Prancis menayangkan sejumlah rekaman yang memperlihatkan bentrokan singkat, aksi perusakan fasilitas, hingga kejar-kejaran antara polisi dan massa di jalanan Paris. Asap juga terlihat membumbung di beberapa lokasi saat kerusuhan terjadi.
Hingga sekitar pukul 23.00 waktu setempat, aparat keamanan dilaporkan telah mengamankan lebih dari 130 orang. Polisi sebelumnya memang sudah menyiapkan pengamanan ketat dengan mengerahkan ribuan personel untuk mengantisipasi gangguan selama final Liga Champions berlangsung.
Selain penangkapan, aparat mencatat sedikitnya enam kendaraan dan dua bangunan toko mengalami kerusakan akibat kericuhan tersebut. Sejumlah suporter juga dilaporkan menyalakan flare dan kembang api, bahkan ada yang mengarahkannya ke petugas keamanan.
Untuk membubarkan massa, polisi antihuru-hara menggunakan gas air mata. Dalam beberapa video yang beredar di media sosial, petugas tampak mengejar kelompok pendukung yang dianggap memicu keributan sambil memadamkan flare yang dibuang di jalan.
Lihat Juga :