Piala Dunia 2026: Saat Sepak Bola Jadi Mesin Uang FIFA

Jum'at, 12 Juni 2026 - 12:02 WIB
Piala Dunia 2026 bukan hanya menjadi turnamen terbesar dalam sejarah sepak bola, tetapi juga berpotensi menjadi yang paling kompleks dari sisi ekonomi dan politik / Foto: BBC
JAKARTA - Piala Dunia 2026 bukan hanya menjadi turnamen terbesar dalam sejarah sepak bola, tetapi juga berpotensi menjadi yang paling kompleks dari sisi ekonomi dan politik. Untuk pertama kalinya, turnamen diikuti 48 negara dan digelar di tiga tuan rumah sekaligus: Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Ironisnya, ketiga negara tersebut saat ini tengah menghadapi ketegangan perdagangan dan sedang menegosiasikan ulang perjanjian ekonomi kawasan Amerika Utara. Di luar lapangan, situasi geopolitik global juga ikut membayangi turnamen.



Ketegangan internasional, konflik antarnegara, hingga dampaknya terhadap harga energi dunia membuat Piala Dunia kali ini jauh lebih dari sekadar sepak bola. Namun perhatian terbesar justru tertuju pada aspek ekonomi turnamen yang disebut-sebut telah mengubah wajah Piala Dunia secara drastis.

Baca Juga: Terkenal fanatik, Suporter Argentina Jadi Sorotan di Piala Dunia 2026
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!