Piala Dunia 2026: Saat Sepak Bola Jadi Mesin Uang FIFA

Jum'at, 12 Juni 2026 - 12:02 WIB
Piala Dunia 2026 menjadi ajang uji coba terbesar FIFA dalam menerapkan sistem harga dinamis (dynamic pricing), yakni harga tiket yang terus berubah mengikuti permintaan pasar. Akibatnya, harga tiket melonjak ke level yang belum pernah terjadi sebelumnya. Mengutip laporan BBC, Jumat (12/6/2026), tiket pertandingan fase grup untuk laga-laga populer bisa mencapai sekitar USD1.000, sementara tiket final dijual hingga puluhan ribu dolar.

Bahkan biaya transportasi menuju stadion ikut melonjak tajam. Di New Jersey misalnya, tiket kereta yang biasanya hanya sekitar USD13 naik menjadi hampir USD100 selama turnamen berlangsung. Situasi ini membuat banyak penggemar merasa biaya menikmati Piala Dunia semakin sulit dijangkau.

Berbeda dengan edisi-edisi sebelumnya yang mengandalkan pembangunan stadion baru dan proyek infrastruktur besar, Piala Dunia 2026 memanfaatkan stadion-stadion NFL yang sudah ada. Model ini membuat FIFA tidak perlu mengeluarkan biaya pembangunan besar.

Baca Juga: Tiga Kartu Merah Warnai Laga Pembuka Piala Dunia 2026, Rekor Lama Terancam?

Sebaliknya, organisasi sepak bola dunia itu fokus memaksimalkan pendapatan melalui penjualan tiket, paket hospitality, dan sistem penjualan kembali tiket resmi. Sejumlah analis memperkirakan pendapatan tiket dan layanan hospitality Piala Dunia 2026 bisa melampaui USD7 miliar, meningkat berkali-kali lipat dibandingkan Piala Dunia 2022 di Qatar yang menghasilkan sekitar USD929 juta. Jika prediksi tersebut terwujud, turnamen ini akan menjadi mesin uang terbesar dalam sejarah FIFA.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!