Fans Jepang Punguti Sampah Usai Jepang Imbangi Belanda 2-2

Senin, 15 Juni 2026 - 09:16 WIB
Mereka telah membangun reputasi sebagai suporter yang tertib dan peduli kebersihan sejak Piala Dunia 1998 di Prancis, berlanjut di Rusia pada 2018, Qatar pada 2022, hingga kini di Amerika Serikat. Menurut para ahli budaya Jepang, kebiasaan ini berakar dari pepatah tatsu tori ato wo nigosazu, yang bermakna meninggalkan suatu tempat dalam keadaan bersih tanpa meninggalkan jejak.

Bagi masyarakat Jepang, membersihkan tempat yang telah digunakan merupakan bagian dari etika dan tata krama yang ditanamkan sejak kecil. Sikap tersebut kembali menuai pujian dan menjadi sorotan dunia, bahkan di tengah kegembiraan Jepang yang berhasil meraih satu poin penting dari Belanda.

Di lapangan, Jepang dua kali bangkit dari ketertinggalan untuk memaksakan hasil imbang 2-2. Virgil van Dijk membawa Belanda unggul lebih dulu sebelum Keito Nakamura menyamakan kedudukan enam menit kemudian. Belanda kembali memimpin lewat gol Crysencio Summerville, tetapi Daichi Kamada mencetak gol penyeimbang di penghujung laga.

Baca Juga: Gol Dramatis Amad Diallo Antar Pantai Gading Tundukkan Ekuador

Meski mengapresiasi daya juang Jepang, mantan pelatih Tottenham Hotspur, Ange Postecoglou, menilai Samurai Biru masih bisa tampil lebih berani. "Itulah yang membuat saya frustrasi. Setiap kali tertinggal, Anda bisa melihat kualitas yang mereka miliki dan mereka menjadi jauh lebih positif saat menguasai bola. Saya merasa Jepang sebenarnya mampu menunjukkan lebih banyak daripada yang mereka tampilkan hari ini," ujar Postecoglou.
(yov)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!