Profil Zion Suzuki: Tembok Samurai Biru yang Bikin Belanda Frustrasi

Senin, 15 Juni 2026 - 18:08 WIB
Di Jepang, Suzuki bergabung dengan akademi Urawa Red Diamonds. Bakatnya berkembang pesat hingga ia menandatangani kontrak profesional pertamanya pada usia 16 tahun lima bulan. Ia pun tercatat sebagai pemain termuda dalam sejarah Urawa Red Diamonds yang meneken kontrak profesional.

Perkembangannya terus melesat. Suzuki secara beruntun memperkuat tim nasional Jepang di berbagai kelompok umur, mulai dari U-15, U-16, U-17, U-18 hingga U-23. Namanya kemudian disebut-sebut sebagai salah satu prospek penjaga gawang paling menjanjikan di sepak bola Jepang.

Baca Juga: Kapten Iran: Perang Merampas Euforia Piala Dunia 2026

Meski memiliki reputasi besar, kesempatan bermain di tim utama Urawa tidak datang dengan mudah. Ketatnya persaingan dan minimnya menit bermain membuat Suzuki memutuskan mencari tantangan baru di Eropa.

Keputusan itu terbukti tepat. Pada Agustus 2023, ia bergabung dengan klub Belgia, Saint-Trond. Di sana, Suzuki langsung menunjukkan kualitasnya dengan tampil dalam 32 pertandingan dan mencatatkan enam clean sheet. Penampilan impresif tersebut membuat Saint-Trond menjualnya ke Parma pada musim panas 2024 dengan nilai transfer sekitar 10 juta euro, sebuah rekor penjualan bagi klub Belgia tersebut.

Bersama Parma, karier Suzuki terus menanjak. Ia menjadi pemain Jepang kedua yang pernah membela klub Serie A itu setelah legenda Jepang, Hidetoshi Nakata. Selain memiliki postur ideal dan refleks yang baik, Suzuki dikenal sebagai penjaga gawang yang tenang, piawai mengolah bola dengan kaki, dan memiliki kemampuan mengambil keputusan yang matang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!