Polytron Indonesia Open 2026: Ketika Harmoni Kolaborasi Industri yang Menggema hingga Panggung Dunia
Senin, 15 Juni 2026 - 14:02 WIB
"Indonesia Open tahun ini bukan sekadar pertandingan bulu tangkis kelas dunia, tetapi juga sebuah pengalaman hiburan olahraga yang lebih dekat dengan masyarakat. Kami menghadirkan sentuhan teknologi baik di dalam maupun di luar lapangan agar penonton mendapatkan pengalaman yang lebih interaktif dan berkesan," Ketua Panitia Pelaksana Polytron Indonesia Open 2026 Achmad Budiharto
Sementara itu, Events Director BWF Selvaam Supramaniam turut memberikan apresiasi setinggi-tingginya untuk Polytron Indonesia Open 2026 karena telah meningkatkan tolok ukur dan selalu mencoba sesuatu yang berbeda. Hal itu menandakan Indonesia mampu membius mata dunia.
“Selamat untuk panitia penyelenggara, PBSI, atas kesuksesan Polytron Indonesia Open 2026. Ini lebih dari ekspektasi kami. Salah satunya dari penggunaan LED dan kreativitas di baliknya sangat bagus. BWF belajar banyak dari uji coba yang dilakukan di sini sehingga kami bisa mempersiapkan tuan rumah lain dan mempersiapkan diri kami sendiri untuk ke depannya,” ujarnya.
“Pride of the Nation' bukan hanya soal Indonesia Open, tapi kebanggaan bangsa itu adalah para suporter di Indonesia. Kami melihat suporter datang dan menikmati acara, itulah kebanggaan bangsa yang sebenarnya,” tambahnya.
Kesuksesan Indonesia Open 2026 tidak terlepas dengan memberikan pengalaman luar biasa untuk para pecinta bulutangkis dan masyarakat Indonesia. Hal itu pun seperti pernyataan peraih Nobel sastra (1956) dari Prancis, Albert Camus.
"Kesuksesan dan kebahagiaan akan sangat berarti jika kau mau berbagi dengan orang lain," tulis Albert Camus.
Tim Indonesia yang saat ini sedang berjuang dalam regenerasi atlet memang gagal berjaya di rumahnya sendiri. Dua wakil Indonesia yang berhasil menembus babak final, tetapi gagal menjadi juara, yakni Jonatan Christie (Tunggal Putra) dan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin (Ganda Putra).
Perjuangkan 21 atlet tanah air di Indonesia Open 2026 tentunya patut diapresiasi. Untuk saat ini Tim Indonesia terakhir kali meraih gelar juara di turnamen Indonesia Open pada tahun 2021 via pasangan ganda putra Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo.
Sementara itu, Events Director BWF Selvaam Supramaniam turut memberikan apresiasi setinggi-tingginya untuk Polytron Indonesia Open 2026 karena telah meningkatkan tolok ukur dan selalu mencoba sesuatu yang berbeda. Hal itu menandakan Indonesia mampu membius mata dunia.
“Selamat untuk panitia penyelenggara, PBSI, atas kesuksesan Polytron Indonesia Open 2026. Ini lebih dari ekspektasi kami. Salah satunya dari penggunaan LED dan kreativitas di baliknya sangat bagus. BWF belajar banyak dari uji coba yang dilakukan di sini sehingga kami bisa mempersiapkan tuan rumah lain dan mempersiapkan diri kami sendiri untuk ke depannya,” ujarnya.
“Pride of the Nation' bukan hanya soal Indonesia Open, tapi kebanggaan bangsa itu adalah para suporter di Indonesia. Kami melihat suporter datang dan menikmati acara, itulah kebanggaan bangsa yang sebenarnya,” tambahnya.
Kesuksesan Indonesia Open 2026 tidak terlepas dengan memberikan pengalaman luar biasa untuk para pecinta bulutangkis dan masyarakat Indonesia. Hal itu pun seperti pernyataan peraih Nobel sastra (1956) dari Prancis, Albert Camus.
"Kesuksesan dan kebahagiaan akan sangat berarti jika kau mau berbagi dengan orang lain," tulis Albert Camus.
Panggung Buruan Atlet Dunia
Tim Indonesia yang saat ini sedang berjuang dalam regenerasi atlet memang gagal berjaya di rumahnya sendiri. Dua wakil Indonesia yang berhasil menembus babak final, tetapi gagal menjadi juara, yakni Jonatan Christie (Tunggal Putra) dan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin (Ganda Putra).
Perjuangkan 21 atlet tanah air di Indonesia Open 2026 tentunya patut diapresiasi. Untuk saat ini Tim Indonesia terakhir kali meraih gelar juara di turnamen Indonesia Open pada tahun 2021 via pasangan ganda putra Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo.
Lihat Juga :