FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Kamis, 18 Juni 2026 - 21:09 WIB
"Lebih dari 250 juta komentar dan unggahan telah ditinjau, dengan lebih dari 30 juta di antaranya diidentifikasi sebagai berbahaya," demikian pernyataan FIFA dikutip dari GulfNews, Kamis (18/6/2026).
Pengumuman itu disampaikan bertepatan dengan forum yang digelar FIFA bersama TikTok dan Pemerintah Kota Atlanta di Pusat Nasional untuk Hak Sipil dan Hak Asasi Manusia. Acara tersebut mempertemukan para pemain, pembuat kebijakan, pakar teknologi, dan tokoh masyarakat untuk membahas langkah konkret dalam memerangi ujaran kebencian.
Diskusi yang digelar menjelang laga Piala Dunia 2026 antara Republik Ceko dan Afrika Selatan di Stadion Atlanta itu menekankan pentingnya menjaga sepak bola sebagai ruang yang inklusif dan menjadi kekuatan pemersatu bagi masyarakat global. Forum tersebut ditutup dengan deklarasi komitmen bersama dari para peserta untuk mengambil tindakan nyata di tingkat lokal.
Baca Juga: Roberto Martinez: Tak Masuk Akal Tarik Ronaldo saat Portugal Butuh Gol
FIFA menegaskan, pemberantasan ujaran kebencian membutuhkan tanggung jawab kolektif dan upaya berkelanjutan dari seluruh elemen sepak bola dan masyarakat.
Pengumuman itu disampaikan bertepatan dengan forum yang digelar FIFA bersama TikTok dan Pemerintah Kota Atlanta di Pusat Nasional untuk Hak Sipil dan Hak Asasi Manusia. Acara tersebut mempertemukan para pemain, pembuat kebijakan, pakar teknologi, dan tokoh masyarakat untuk membahas langkah konkret dalam memerangi ujaran kebencian.
Diskusi yang digelar menjelang laga Piala Dunia 2026 antara Republik Ceko dan Afrika Selatan di Stadion Atlanta itu menekankan pentingnya menjaga sepak bola sebagai ruang yang inklusif dan menjadi kekuatan pemersatu bagi masyarakat global. Forum tersebut ditutup dengan deklarasi komitmen bersama dari para peserta untuk mengambil tindakan nyata di tingkat lokal.
Baca Juga: Roberto Martinez: Tak Masuk Akal Tarik Ronaldo saat Portugal Butuh Gol
FIFA menegaskan, pemberantasan ujaran kebencian membutuhkan tanggung jawab kolektif dan upaya berkelanjutan dari seluruh elemen sepak bola dan masyarakat.
(yov)
Lihat Juga :