Saudari Cristiano Ronaldo Ngamuk usai Portugal Ditahan Kongo, Bruno Fernandes Ikut Disindir
Sabtu, 20 Juni 2026 - 00:33 WIB
"Saya percaya awal yang buruk bisa berakhir dengan hasil yang baik. Kalian yang berada di lapangan. Berbicara memang mudah, apalagi ketika merasa dirampok seperti ini," tulis Elma.
Tak hanya Elma, saudari Ronaldo lainnya, Kátia Aveiro, juga melontarkan kritik pedas terhadap permainan Portugal. Menurutnya, para pemain tampil jauh di bawah standar dan kehilangan identitas permainan mereka.
"Mereka seperti lupa cara mengoper bola, merebut bola, dan melakukan serangan balik. Permainan justru lebih banyak bergerak mundur dari lini tengah. Piala Dunia kali ini terasa aneh, sangat aneh. Tapi kami tetap percaya bisa bangkit," tulis Kátia.
Yang lebih menarik, Kátia juga kedapatan memberikan tanda suka pada sebuah unggahan yang mengkritik gelandang Portugal, Bruno Fernandes. Dalam unggahan tersebut, kapten Manchester United itu dinilai gagal tampil sebagai pemimpin saat tim sedang membutuhkan sosok penentu di lapangan.
"Bruno Fernandes adalah pemain yang berbeda ketika mengenakan seragam tim nasional. Saat Portugal membutuhkan pemimpin, dia justru menghilang dan membiarkan tanggung jawab dipikul pemain lain," bunyi kritik yang disukai Kátia.
Tak hanya Elma, saudari Ronaldo lainnya, Kátia Aveiro, juga melontarkan kritik pedas terhadap permainan Portugal. Menurutnya, para pemain tampil jauh di bawah standar dan kehilangan identitas permainan mereka.
"Mereka seperti lupa cara mengoper bola, merebut bola, dan melakukan serangan balik. Permainan justru lebih banyak bergerak mundur dari lini tengah. Piala Dunia kali ini terasa aneh, sangat aneh. Tapi kami tetap percaya bisa bangkit," tulis Kátia.
Yang lebih menarik, Kátia juga kedapatan memberikan tanda suka pada sebuah unggahan yang mengkritik gelandang Portugal, Bruno Fernandes. Dalam unggahan tersebut, kapten Manchester United itu dinilai gagal tampil sebagai pemimpin saat tim sedang membutuhkan sosok penentu di lapangan.
"Bruno Fernandes adalah pemain yang berbeda ketika mengenakan seragam tim nasional. Saat Portugal membutuhkan pemimpin, dia justru menghilang dan membiarkan tanggung jawab dipikul pemain lain," bunyi kritik yang disukai Kátia.
Lihat Juga :