Piala Dunia 2026 Masuk Zona Bahaya

Sabtu, 20 Juni 2026 - 11:14 WIB
Suhu bola basah merupakan indikator stres panas yang menggabungkan suhu udara, kelembapan, dan tutupan awan untuk mengukur kemampuan tubuh mendinginkan diri melalui penguapan keringat. Pada tingkat tertentu, tubuh kesulitan melepaskan panas sehingga meningkatkan risiko kelelahan, gangguan kesehatan serius, bahkan kematian.

Badan sepak bola dunia itu juga menegaskan akan terus memantau suhu dan indeks panas secara real time serta siap menerapkan protokol darurat demi menjaga keselamatan seluruh pihak selama turnamen berlangsung. "Suhu seringkali diukur dari area yang teduh dan jika pemain berada di bawah sinar matahari langsung, suhu yang terukur bisa dua digit lebih tinggi daripada suhu yang tercatat," kata Robbie Parks, seorang ahli epidemiologi lingkungan di Universitas Columbia dikutip dari Guardian, Sabtu (20/6/2026).

"Berdiri di bawah sinar matahari bisa berbahaya bahkan pada suhu yang lebih rendah, bahkan di atas 23C (73F) atau 25C (77F) akan membuat saya khawatir bagi orang dewasa yang lebih tua yang berada di sana selama lebih dari beberapa menit."

Baca Juga: Vinicius Moncer, Brasil Gunduli Haiti 3-0

Piala Dunia 2026 diperkirakan menjadi edisi terpanas sepanjang sejarah sejak turnamen pertama digelar pada 1930. Data cuaca menunjukkan enam dari 24 pertandingan pertama dimainkan di lokasi yang mencatat suhu bola basah minimal 28 derajat Celsius. Pertandingan tersebut antara lain Jerman versus Curacao dan Portugal melawan Republik Demokratik Kongo di Houston, Arab Saudi kontra Uruguay di Miami, Belanda melawan Jepang serta Inggris menghadapi Kroasia di Dallas.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!