Insiden Tutup Mulut di Piala Dunia 2026: Messi Kebal Kartu Merah?
Minggu, 21 Juni 2026 - 04:04 WIB
Almiron sebelumnya menjadi pemain pertama di Piala Dunia 2026 yang menerima kartu merah berdasarkan aturan baru yang dikenal sebagai "Hukum Prestianni". Dalam pertandingan melawan Turki yang dimenangi Paraguay 1-0, Sabtu (20/6/2026), mantan pemain Newcastle United itu tertangkap kamera menutupi mulutnya saat terlibat konfrontasi dengan pemain lawan.
Aturan tersebut disahkan oleh IFAB setelah kontroversi yang melibatkan pemain Benfica, Gianluca Prestianni, dan bintang Real Madrid, Vinicius Junior. Regulasi baru itu bertujuan mencegah pemain menyembunyikan komentar yang dianggap merendahkan atau provokatif. Setelah mendapat rekomendasi dari VAR, wasit meninjau insiden Almiron melalui monitor di tepi lapangan sebelum akhirnya mengeluarkan kartu merah.
Namun, kasus Messi dinilai berbeda. Dalam regulasi tersebut dijelaskan bahwa seorang pemain dapat diusir apabila menutupi mulutnya saat berada dalam situasi konfrontasi dengan lawan.
Baca Juga: Deretan Fakta Menarik Usai Belanda Hajar Swedia 5-1
Messi diketahui hanya berbicara kepada rekan setimnya usai mencetak gol kedua Argentina pada menit ke-60. Dengan demikian, tindakannya tidak masuk dalam kategori pelanggaran yang diatur dalam "Hukum Prestianni".
Aturan tersebut disahkan oleh IFAB setelah kontroversi yang melibatkan pemain Benfica, Gianluca Prestianni, dan bintang Real Madrid, Vinicius Junior. Regulasi baru itu bertujuan mencegah pemain menyembunyikan komentar yang dianggap merendahkan atau provokatif. Setelah mendapat rekomendasi dari VAR, wasit meninjau insiden Almiron melalui monitor di tepi lapangan sebelum akhirnya mengeluarkan kartu merah.
Namun, kasus Messi dinilai berbeda. Dalam regulasi tersebut dijelaskan bahwa seorang pemain dapat diusir apabila menutupi mulutnya saat berada dalam situasi konfrontasi dengan lawan.
Baca Juga: Deretan Fakta Menarik Usai Belanda Hajar Swedia 5-1
Messi diketahui hanya berbicara kepada rekan setimnya usai mencetak gol kedua Argentina pada menit ke-60. Dengan demikian, tindakannya tidak masuk dalam kategori pelanggaran yang diatur dalam "Hukum Prestianni".
Lihat Juga :