Ekuador vs Jerman: Der Panzer Bidik Rekor Sempurna
Kamis, 25 Juni 2026 - 15:24 WIB
Jika mampu mengalahkan Ekuador, Jerman akan menyamai rekor kemenangan beruntun terpanjang dalam sejarah mereka, yakni 12 pertandingan yang pernah dicatatkan Jerman Barat pada periode Mei 1979 hingga Juni 1980. Selain itu, Die Mannschaft juga berpeluang menutup fase grup dengan poin sempurna untuk pertama kalinya sejak menjadi tuan rumah Piala Dunia 2006.
Meski tajam di lini depan, sektor pertahanan masih menjadi pekerjaan rumah bagi Nagelsmann. Jerman kebobolan dalam lima dari enam pertandingan terakhir dan belum pernah mencatatkan clean sheet dalam delapan laga Piala Dunia beruntun sejak mengalahkan Argentina 1-0 pada final Piala Dunia 2014.
Baca Juga: Kontroversi Jeda Hidrasi di Piala Dunia 2026, Klopp Punya Pendapat Sendiri
Di kubu lawan, situasi Ekuador jauh lebih rumit. La Tri terancam kembali gagal melewati fase grup setelah hanya mengoleksi satu poin dari dua pertandingan pertama.
Pada laga pembuka, tim besutan Sebastian Beccacece sebenarnya tampil cukup baik saat menghadapi Pantai Gading. Mereka tiga kali membentur mistar gawang sebelum akhirnya kalah 0-1 akibat gol pada menit ke-90. Nasib serupa berlanjut saat menghadapi CuraƧao. Ekuador mendominasi permainan dan melepaskan 27 tembakan, namun gagal mencetak gol dan harus puas bermain imbang tanpa gol.
Mandulnya lini serang memang menjadi masalah utama Ekuador. Dalam beberapa tahun terakhir mereka kerap bermain imbang, termasuk lima hasil seri dari delapan laga uji coba menjelang Piala Dunia dan delapan hasil imbang sepanjang kualifikasi zona CONMEBOL. Bahkan sejak Juli 2024, La Tri telah mencatat sembilan pertandingan berbeda yang berakhir dengan skor 0-0.
Meski tajam di lini depan, sektor pertahanan masih menjadi pekerjaan rumah bagi Nagelsmann. Jerman kebobolan dalam lima dari enam pertandingan terakhir dan belum pernah mencatatkan clean sheet dalam delapan laga Piala Dunia beruntun sejak mengalahkan Argentina 1-0 pada final Piala Dunia 2014.
Baca Juga: Kontroversi Jeda Hidrasi di Piala Dunia 2026, Klopp Punya Pendapat Sendiri
Di kubu lawan, situasi Ekuador jauh lebih rumit. La Tri terancam kembali gagal melewati fase grup setelah hanya mengoleksi satu poin dari dua pertandingan pertama.
Pada laga pembuka, tim besutan Sebastian Beccacece sebenarnya tampil cukup baik saat menghadapi Pantai Gading. Mereka tiga kali membentur mistar gawang sebelum akhirnya kalah 0-1 akibat gol pada menit ke-90. Nasib serupa berlanjut saat menghadapi CuraƧao. Ekuador mendominasi permainan dan melepaskan 27 tembakan, namun gagal mencetak gol dan harus puas bermain imbang tanpa gol.
Mandulnya lini serang memang menjadi masalah utama Ekuador. Dalam beberapa tahun terakhir mereka kerap bermain imbang, termasuk lima hasil seri dari delapan laga uji coba menjelang Piala Dunia dan delapan hasil imbang sepanjang kualifikasi zona CONMEBOL. Bahkan sejak Juli 2024, La Tri telah mencatat sembilan pertandingan berbeda yang berakhir dengan skor 0-0.
Lihat Juga :