Kontroversi Warnai Laga Perdana Babak 32 Besar, Pakar Wasit Sebut Kanada Seharusnya Dapat Penalti
Senin, 29 Juni 2026 - 05:50 WIB
Kontroversi itu juga mendapat sorotan dari pakar perwasitan ITV, Christina Unkel. Menurut mantan wasit FIFA tersebut, pelanggaran terhadap Laryea seharusnya berujung hadiah penalti bagi Kanada. Ia mengakui ada perdebatan mengenai posisi kaki pemain bertahan, namun kontak yang terjadi dinilai cukup untuk dianggap sebagai sebuah pelanggaran.
"Saya lebih memilih keputusan penalti. Dalam pandangan saya, itu adalah sebuah pelanggaran. Memang ada ruang untuk perdebatan, tetapi saya merasa Kanada seharusnya mendapat penalti," ujar Unkel.
Unkel menambahkan bahwa FIFA sejauh turnamen ini memang menerapkan ambang intervensi VAR yang sangat tinggi sehingga banyak insiden kontak dibiarkan tanpa perubahan keputusan di lapangan. Meski demikian, ia menilai kasus yang dialami Kanada layak mendapat tinjauan ulang oleh wasit.
Beruntung bagi Kanada, kontroversi tersebut tidak memengaruhi hasil akhir. Tim asuhan Jesse Marsch akhirnya memastikan kemenangan 1-0 berkat gol spektakuler Stephen Eustaquio pada menit 90+2. Hasil itu membawa Kanada mencetak sejarah dengan lolos ke babak 16 besar Piala Dunia untuk pertama kalinya, sekaligus mengakhiri perlawanan gigih Afrika Selatan.
"Saya lebih memilih keputusan penalti. Dalam pandangan saya, itu adalah sebuah pelanggaran. Memang ada ruang untuk perdebatan, tetapi saya merasa Kanada seharusnya mendapat penalti," ujar Unkel.
Unkel menambahkan bahwa FIFA sejauh turnamen ini memang menerapkan ambang intervensi VAR yang sangat tinggi sehingga banyak insiden kontak dibiarkan tanpa perubahan keputusan di lapangan. Meski demikian, ia menilai kasus yang dialami Kanada layak mendapat tinjauan ulang oleh wasit.
Beruntung bagi Kanada, kontroversi tersebut tidak memengaruhi hasil akhir. Tim asuhan Jesse Marsch akhirnya memastikan kemenangan 1-0 berkat gol spektakuler Stephen Eustaquio pada menit 90+2. Hasil itu membawa Kanada mencetak sejarah dengan lolos ke babak 16 besar Piala Dunia untuk pertama kalinya, sekaligus mengakhiri perlawanan gigih Afrika Selatan.
(sto)
Lihat Juga :